Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 04 Sep 2021 10:42 WIB

TRAVEL NEWS

Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Desa Wisata Terbaik di Jakarta

Perkampungan Budaya Betawi
Perkampungan budaya Betawi Setu Babakan (Elmy Tasya Khairally/detikcom)
Jakarta -

Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan menjadi salah satu desa wisata terbaik di Jakarta. Ada apa saja di dalamnya?

Berlokasi di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Perkampungan Budaya Betawi memiliki wisata agro, budaya, dan kawasan wisata air. Desa ini mempunyai modal cukup meyakinkan sehingga bisa masuk ke 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia. Satu lagi desa wisata yang terpilih di daerah Jakarta, yaitu Desa Wisata Untung Jawa di Kepulauan Seribu.

"Kami mempunyai potensi dari tujuh yang dipersyaratkan. Satu, daya tarik wisata. Kami punya museum yang punya sertifikasi CHSE dengan nilai yang memuaskan dan bisa jadi contoh bagi desa-desa di tempat wisata lain," kata Kepala UPK Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Imron, Jumat (3/9/2021) di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan.

Perkampungan Budaya BetawiPerkampungan Budaya Betawi Foto: (Elmy Tasya Khairally/detikcom)

Potensi budaya yang dikembangkan di antaranya, setiap malam minggu digelar kegiatan seni budaya Betawi. Saat pandemi acara tetap diselenggarakan, namun dalam bentuk virtual.

"Tari lenong rebana, silat semua kami gelar termasuk pembinaan kita lestarikan kita bina kita manfaatkan," dia menambahkan.

Perkampungan Budaya BetawiPerkampungan Budaya Betawi Foto: (Elmy Tasya Khairally/detikcom)

.

Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan memiliki luas 250 hektar yang terdiri dari 3 RW. Selain wisata budaya, ada pula 15 guest house yang sudah memiliki sertifikat CHSE.

Sementara suvenir yang dikembangkan di desa Betawi ini mengacu pada pembangunan berkelanjutan, yaitu memanfaatkan barang bekas untuk barang siap pakai. Kulinernya? Tentu tidak kalah menarik, ada kerak telor hingga toge goreng.

Selanjutnya, produk pertanian hingga desa digital

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA