Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 12 Sep 2021 13:51 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Saksi Bisu Terakhir World Trade Center, Pohon Callery

CNN
detikTravel
Pohon pir Callery
Foto: (Getty Images/iStockphoto/James Andrews)
Jakarta -

Runtuhnya menara kembar World Trade Center kembali diperingati oleh warga New York. Sebagai tradisi, mereka mengunjungi sebuah pohon yang jadi saksi bisu terakhir.

Pohon ini diberi nama Pohon pir Callery. Dilansir dari CNN, pohon ini merupakan satu-satunya yang selamat dari teror runtuhnya World Trade Center.

Awalnya, pekerja menemukan pohon ini di antara puing-puing bangunan yang bertebaran di sekitar Ground Zero. Saat ditemukan, kondisi pohon saat ini mengenaskan, batangnya terpelintir, dahannya patah, akarnya yang kokoh patah, dan cabang akar terbakar.

Sepintas tidak ada yang bisa diselamatkan. Namun, para pekerja saat itu mencabut dan mengirim pohon ke Dinas Pertamanan dan Rekreasi kota New York. Selama beberapa tahun menjalani pemulihan dan rehabilitasi di Arthur Ross Nursery, Bronx, Dinas Pertamanan New York lalu mengembalikan pohon Callery ke tempat awal ditemukan.

Seiring berjalan waktu, pohon Callery tumbuh besar subur setelah menjalani perawatan panjang. Peristiwa ini menginspirasi warga kota New York dan menjadikan pohon Callery sebagai simbol kelahiran kembali, harapan dan ketahanan. Sejak 11 September 2013 program pembibitan yang disebut 'Survivor Tree' diluncurkan.

Program survivor tree setiap tahun membagikan bibit pohon ke berbagai komunitas yang anggotanya sedang berjuang pulih dari keterpurukan. Kelahiran kembali pohon Callery, diharapkan menjadi inspirasi dan semangat untuk bangkit. Tidak hanya komunitas lokal, bibit pohon Callery juga diberikan ke negara lain yang sedang mengalami musibah.

Sejak 2013 hingga saat ini, tercatat 450 bibit pohon Callery tersebar di berbagai negara bagian Amerika dan Eropa. Madrid menerima bibit Callery pada 2015 untuk mengenang korban pemboman yang menewaskan 190 orang dan melukai ribuan orang.

Perancis menerima bibit itu pada 2016 sebagai bentuk harapan dan ketahanan keluarga korban tewas teror Bastille di Nice. Kota Manchester menerima bibit Callery untuk mengenang korban teror bom di konser Ariana Grande.

Di tahun yang sama, bibit juga dikirim ke Haiti untuk memberi semangat kepada para korban Badai Matthew. Dan akhir tahun lalu, bibit Callery dikirim ke Bahama dan Selandia baru untuk mengenang korban badai Dorian dan korban penembakan massal di Selandia baru.

Untuk melestarikan pohon, Dinas pertamanan kota New York membuat pagar yang mengelilingi pohon. Pengunjung yang datang dapat meletakkan karangan bunga sebagai bentuk simpati kepada keluarga korban World Trade Center.



Simak Video "Miliarder New York Terbukti Bersalah Bunuh Teman Sendiri 20 Tahun Lalu"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA