Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 02 Okt 2021 13:13 WIB

TRAVEL NEWS

Mengulik Kisah Desa di Lereng Merbabu yang Adem dan Aman

Erliana Riady
detikTravel
Desa Ngaduman
Pemandangan Desa Ngaduman. Foto: Erliana Riady/detikcom
Semarang -

Ada sebuah desa tertinggi di lereng sisi barat Gunung Merbabu. Namanya Desa Ngaduman, yang merupakan akronim dari suasana desa yang adem dan aman.

Secara administratif, Ngaduman masuk di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Desa dengan pemandangan elok ini terletak di lereng Gunung Merbabu. Dengan ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut. Dusun yang berpenghuni 70 keluarga atau sekitar 210 jiwa ini umumnya bermata pencarian sebagai petani.

Perjalanan menuju kesana bisa dimulai dari Terminal Magelang ke arah Kopeng. Kemudian sampai Batur, perjalanan beralih dengan jalur menanjak sekitar lima kilometer. Traveler akan disuguhi pemandangan areal persawahan dengan beragam tanaman sayur. Seperti brokoli, kentang, wortel dan tomat. Bunga wortel yang tumbuh liar di pamatang sawah, semakin menambah indah pemandangan pegunungan.

Desa NgadumanDesa Ngaduman. Foto: Erliana Riady/detikcom

Mayoritas penduduk desa penghasil kentang ini beragama Kristen. Baru sekitar tahun 2010 lalu, bermukim dua warga baru dari Bantul dan Cepu yang beragama Islam. Menurut sesepuh desa, Sutoyo, hal ini tak terpisahkan dari sejarah lahirnya Desa Ngaduman.

"Dulu awal babat desa ini hanyalah sepasang suami istri dan saudara mereka. Dari cerita nenek saya, mereka bertiga dulu tinggal di Desa Selo yang wilayahnya berbatu-batu. Lalu mereka membuka lahan untuk mendekati sumber air disini," tutur kakek berusia 79 tahun ini kepada detikcom, Minggu (26/9/2021).

Dari dua rumah, selang beberapa tahun kemudian datang tiga pasang penghuni baru sehingga terbangun lima rumah. Lalu datang lagi empat pasang warga baru hingga penduduk desa itu menempati sembilan rumah.
Menurut Sutoyo, anak-anak antar keluarga itu kemudian menikah, hingga sekarang jodoh warga di Ngaduman biasanya tetangga sendiri atau masih ada hubungan kerabat dekat.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Viral Tumpukan Sampah di Merbabu, Sampah Para Pendaki Gunung Diperiksa"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA