Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 11 Okt 2021 08:15 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita Pengusaha Tahu Hadapi Pandemi: Kelola Halaman Belakang Rumah

Syanti Mustika
detikTravel
Pabrik Tahu Na Po Tet
Foto: (Syanti/detikcom)
Jakarta -

Mau tidak mau semua sektor harus beradaptasi dengan pandemi, termasuk wisata. Ini cerita pengusaha tahu di Tangerang Selatan yang berhasil bangkit hingga pabriknya jadi tempat wisata.

Kamu para penyuka tahu mungkin tidak asing dengan nama Pabrik Tahu Na Po Tet. Pabrik tahu yang tertua di Tangerang Selatan ini telah ada semenjak tahun 1965.

Sekarang tempat ini tidak hanya menjadi penghasil tahu, namun juga menjadi pilihan wisata kuliner di kawasan Tangerang Selatan.

Pabrik Tahu Na Po TetPabrik Tahu Na Po Tet Foto: (Syanti/detikcom)

Ada cerita di balik ramainya pabrik ini sekarang. Bermula dari pandemi Corona yang menghantam omset pabrik.

"Sebelum pandemi, kita beroperasi normal dan ketika sebelum pandemi kita belum buka kedai seperti sekarang ini, karena kita masih nyaman jadi supplier kan. Jadi siapa yang butuh kita kirimkan tahu,"

"Namun karena pandemi ekonomi terus turun, jualan ke supermarket pun sulit karena orang-orang juga jarang ke ke supermarket. Dan kita mau tak mau harus putar otak untuk bertahan dan akhirnya kita mengolah lahan yang ada. Mulai membuat taman bermain, membuat kedai sendiri," kata Santo, pemilik Pabrik Tahu Na Po Tet.

"Ternyata, akhirnya banyak orang yang suka dan terus datang. Berawal dari satu orang, terus dari mulut ke mulut semakin ramai. Dan saya akhirnya bisa bertahan dan karyawan pun tetap bekerja dan bisa jalan lagi," cerita Santo, generasi keempat yang menjadi pemilik Pabrik Tahu Na Po Tet.

Pabrik Tahu Na Po TetSanto, pemilik Pabrik Tahu Na Po Tet (Syanti/detikcom)

Santo mengatakan bahwa kedainya ini buka semenjak awal-awal pandemi. Adapun pelanggannya adalah para pesepeda.

"Dulu pas awal-awal kebijakan PPKM dan terfokus ke Jakarta, nah orang-orang pada ke sini untuk mengisi waktu WFH. Juga mulai ramailah orang bersepeda kan, dari pada mereka jauh-jauh ke Bogor pada bersepeda ke sini akhirnya. Satu mulai ajak teman, datang berdua, kemudian akhirnya datang ramai-ramai. Dan sampai sekarang ramai. Karena kita konsepnya outdoor, jadi orang-orang pada suka," ujar Santo.

"Saat ada varian Delta kami sempat terpuruk lagi sekitar 2 bulan. Namun semenjak PPKM turun level, perlahan orang mulai datang lagi," kata Santo.

Traveler bila datang ke sini tidak hanya akan menikmati produksi atau olahan tahu saja. Namun juga ada makanan berat yang bisa traveler cicipi.

"Selain olahan tahu kita juga menyiapkan makanan berat seperti pecak ikan gado-gado seledok ayam goreng jajanan Jajanan tradisional itu bisa dinikmati di sini," ujar Santo.

"Di sini ada pendopo juga ada bangku-bangku ya kita bisa menampung sekitar 100 orang Tapi kita tetap mematuhi protokol kesehatan," dia menambahkan.

"Di sini kan kita jualannya kan tahu Jadi kan tidak mungkin orang hanya makan tahu kan jadi kita sajikan juga makanan tradisional yang disukai orang seperti pecak ikan gado-gado," dia menjelaskan.

"Selain olahan tahu, kita juga menyiapkan makanan berat seperti pecak ikan, gado-gado, ayam goreng dan aneka jajanan tradisional . Itu bisa dinikmati di sini, di lingkungan yang asri di belakang pabrik tahu ini," dia mengatakan.

Pabrik Tahu Na Po TetPabrik Tahu Na Po Tet Foto: (Syanti/detikcom)

Daya tarik lainnya dari pabrik tahu ini adalah pengunjung bisa melihat proses pembuat tahu langsung di pabriknya. Namun sayang, saat detikcom datang pabrik sedang tidak berproduksi.

"Karena pandemi, kita berproduksi tergantung pemesanan dan penggunaan restoran saja. Namun bila ingin melihat proses pembuatan tahu, bikin saja janji atau telefon dahulu. Biar kedatangannya tidak sia-siang," kata Santo.

Pabrik Tahu Na Po Tet buka setiap hari Selasa-Minggu, mulai pukul 08.00 WIB-17.00 WIB. Pada hari Senin mereka tutup.

Pabrik tahu ini berada di Jalan Tekukur 10 No 2, RW 8, Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Jaraknya sekitar 6 km dari kantor Wali Kota Tangerang Selatan.

Bila ingin berkunjung, tetap jaga protokol kesehatan ya. Selamat berkunjung!



Simak Video "Viral Video Bocah di Tangsel Dianiaya dan Di-bully"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA