Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 05 Nov 2021 18:40 WIB

TRAVEL NEWS

Patung PB VI, Si Ikon Baru Kota Boyolali

Ragil Ajiyanto
detikTravel
Patung PB VI
Foto: (Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Selubung kain hitam yang selama ini menutupi patung Sinuhun Paku Buwono (PB) VI di Boyolali telah dibuka. Inilah ikon baru Boyolali.

Patung PB VI berada di kaki Gunung Merapi-Merbabu, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Petung setinggi sekitar 3,5 meter tersebut berdiri gagah di ruang terbuka hijau yang juga diberi nama Simpang PB VI, di depan Pasar Selo.

Patung PB VI menghadap ke selatan. Pembukaan selubung dilakukan bersamaan dengan peresmian patung PB VI, oleh Bupati Boyolali, Mohammad Said Hidayat dan Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, GKR Wandansari Koes Moertiyah.

"Ini bulan November, kebetulan di bulan ini kita akan memperingati hari pahlawan. PB VI ini juga merupakan pahlawan nasional yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat pada 17 November 1964. Tentunya ini adalah wujud bagaimana kita menjadi generasi-generasi berikut ini mampu untuk terus mengingat, menghargai jasa para pahlawan, termasuk beliau alhamruhum PB VI," kata Bupati Boyolali, Mohammad Said Hidayat, usai meresmikan patung PB VI, Kamis (4/11/2021).

Pendirian patung PB VI di Selo ini bukannya tanpa alasan. Said Hidayat menyebutkan, di Selo ini dahulu PB VI sering melakukan topo broto. Di kaki Gunung Merapi-Merbabu, Kecamatan Selo ini pula PB VI biasa bertemu dengan Pangeran Diponegoro, baik untuk memberikan suplai logistik maupun mengatur strategi perang melawan penjajahan Belanda.

Patung PB VIPatung PB VI Foto: (Ragil Ajiyanto/detikcom)

"Tentu ini lah yang dapat kita jadikan pengingat, pelajaran bagi kita semua, bagi generasi yang akan datang. Semangat perjuangan ini bagian yang penting, semangat menjaga kedaulatan negeri ini, karena beliau juga berjuang bersama Pangeran Diponegoro pada saat itu. Tentunya tujuan pembangunan patung PB VI ini adalah untuk mengingat beliau bahwa beliau bagian dari Pahlawan Nasional," jelas Said Hidayat.

Lebih lanjut Bupati berharap, masyarakat ikut merawat dengan baik keberadaan patung PB VI ini. Termasuk lingkungan Simpang PB VI dapat dijaga dengan baik kebersihannya, sehingga dapat dijadikan satu tujuan wisata di Selo.

Sementara itu GKR Wandansari Koes Moertiyah, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemkab Boyolali, yang telah banyak melakukan revitalisasi peninggalan-peninggalan Keraton Surakarta. Termasuk pendirian patung PB VI di Selo.

"Bagi Keraton sendiri baru satu ini, pahlawan nasinal dari Keraton Mataram Surakarta itu yang berdiri patungnya disini. Karena jelas peradaban ini atau sejarah ini, bagaimana bersama dengan Pangeran Diponegoro, terus melakukan gerilya sampai ke wono Krendowahono," kata GKR Wandansari Koes Moertiyah yang biasa dipanggil Gusti Moeng.

Patung PB VIPatung PB VI Foto: (Ragil Ajiyanto/detikcom)

"Terus beliau ketemu lagi dengan Pangeran Diponegoro, ditangkap Belanda di (daerah) Wedi, Klaten. Kedua-duanya awalnya dibuangnya ke Halmahera, tapi terus dipisah. Sinuwun PB VI di Ambon, Pangeran Diponegoro di Makasar. Sampai wafat Pangeran Diponegoro makamnya masih disana," sambung dia.

Gusti Moeng berharap, keberadaan patung PB VI ini menjadi satu monumen dan moment paling baik untuk membangkitkan lagi generasi muda, bagaimana kita terus harus menjaga NKRI.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali, Lusia Dyah Suciati, menjelaskan pembangunan Simpang PB VI di Selo dilaksanakan secara bertahap sejak 2019. Pembangunan simpang ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar.

Pada tahap awal, dilakukan pembangunan simpang, jalan, lapangan futsal dan kios. Kemudian tahun kedua dilakukan pembangunan jaringan utilitas, dan tahun ketiga berupa Patung PB VI, air mancur serta panggung hiburan.



Simak Video "Teknik Khusus dalam Melakukan Pemerahan Sapi"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA