Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 05 Nov 2021 16:08 WIB

TRAVEL NEWS

Dirjen Haji ingin Semua Jenis Vaksin Bisa Masuk Arab Saudi

Jakarta -

Vaksinasi menjadi hal penting yang dipertimbangkan dalam masuknya jemaah ke Arab Saudi. Hingga kini, jemaah Indonesia belum bisa melaksanakan umroh.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Hilman Latief berharap nantinya semua vaksin termasuk Sinovac bisa diizinkan masuk ke Arab Saudi tanpa kewajiban booster. Hal ini tentu akan mempermudah jemaah Indonesia.

"Kita juga berharap Saudi juga Insyallah, mudah-mudahan menerima. Kalau sudah tanpa ada kewajiban booster lagi, yang full vaksinasi dengan yang ada saat ini dianggap cukup, itu kan lebih memudahkan jemaah, tidak ada tambahan dana," kata Hilman Latief saat berbincang dengan tim Blak-blakan detik.com, Selasa (2/11/2021).

"Apalagi bila nanti yang sudah dua kali (vaksin) cukup discreening bahwa mereka bersih berdasarkan PCR nya itu kan lebih nyaman lagi, Ini memang butuh sabar dikit," kata Hilman

Namun, Hilman mengakui adanya kendala barcode data vaksin dari Indonesia yang tidak bisa terbaca oleh Pihak Arab Saudi. Hal ini pun jadi kendala izin jemaah umroh Indonesia.

"Memang benar. Kemenkes saya kira sudah komunikasi terus dengan pemerintah Saudi. Dengan kementerian agama kita yang ngumpulin data jamaahnya. Jamaahnya ada ada berapa ribu, siapa aja, teridentifikasi nanti, database itu nanti terkoneksi dengan PeduliLindungi itu. Kita juga sekarang sampai besok masih ada pertemuan dengan PeduliLindungi untuk terus melihat kemajuan dari temen-temen Kemenkes. Mudah-mudahan lancar juga ya," tutur Hilman dalam program Blak-blakan detikcom, Jumat (5/11/2021).

Meski hingga kini keberangkatan jemaah Indonesia masih tertunda, ada harapan keberangkatan umroh di pertengahan November. "Saya sih pertengahan ya. Harapannya pertengahan November. Ya tapi itu sangat ditentukan banyak faktor, ada faktor-faktor lain. Kalau Indonesia ini stabil, prevalensi semakin kecil," tutur Hilman.

(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA