Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 12 Nov 2021 14:04 WIB

TRAVEL NEWS

3 Insiden Shinkansen Telat, Telat 1 Menit Jepang Malu, Pernah Gegara Turis RI

People cross a street while a shinkansen, or high speed bullet train, arrives in Tokyo on February 6, 2021. (Photo by Charly TRIBALLEAU / AFP)
Shinkansen, kereta peluru Jepang (Foto: AFP/CHARLY TRIBALLEAU)
Tokyo -

Kereta cepat Jepang Shinkansen terkenal super disiplin dan sangat tepat waktu, telat semenit saja, operatornya akan meminta maaf ke seantero Jepang.

Pada tahun 2017 perusahaan kereta api mengeluarkan permintaan maaf setelah salah satu keretanya meninggalkan stasiun 20 detik lebih awal. Dan jika kereta terlambat lebih dari lima menit, penumpang diberikan sertifikat yang dapat mereka gunakan sebagai alasan untuk terlambat ke kantor.

Tapi ada kalanya, beberapa insiden yang bikin kereta ini jadi telat. Penumpang harap maklum!

1. Telat semenit gegara masinis buang air

Pertengahan tahun ini, mengutip AFP, kereta Shinkansen telat 1 menit yang memicu penyelidikan oleh operator. Dari hasil penyelidikan diketahui masinis tengah sakit perut dan harus ke toilet, dia menyerahkan kendali ke masinis yang belum terlalu berpengalaman sehingga bikin telat.

Operator Shinkansen kemudian memberi sanksi si masinis. Masinis yang mengalami masalah seharusnya berkoordinasi dengan puast kendali sehingga bisa menyerahkan tugasnya kepada masinis lain atau berhenti di stasiun terdekat. Pejabat Shinkansen lalu meminta maaf kepada masyarakat Jepang.

2. Telat gegara rombongan turis Indonesia

Sekelompok turis Indonesia juga pernah membuat Shinkansen telat. KBRI Tokyo sampai memberi imbauan. Hal itu pertama kali diketahui lewat unggahan video dan foto pengguna Facebook dengan nickname Kucing Putih, seorang WNI yang diketahui tengah berada di Jepang.

Dalam videonya, ia merekam aksi sejumlah turis yang diketahui tengah berfoto dengan latar kereta Shinkansen yang berada dalam posisi siap berangkat. Masalahnya, sebagian dari rombongan turis itu menginjak garis kuning yang merupakan batas aman kereta.

Tak hanya melewati batas aman, wanita yang ada di sisi pojok kanan bahkan menyandarkan tangannya di sisi pembatas antara platform dan kereta. Akibatnya, mereka kena semprit masinis di kereta Shinkansen!

Menurut penuturan pengunggah video, kelakuan turis-turis itu membuat kereta Shinkansen ke arah Tokyo telat. Padahal, perkara telat adalah hal serius di Jepang.

"Disuruh minggir sama petugas gak mau. Soalnya Shinkansennya mau berangkat, mereka asyik foto-foto, tapi gangguin perka klb, jadi telat semua ini Shinkansen. Akhirnya Shinkansen ke arah Tokyo pada telat 10 menit semua," ujar sang pengunggah video.

Yang lebih bikin malu, ternyata turis-turis itu diketahui berasal dari Indonesia. Mendengar dari bahasanya, sang pengunggah video menjelaskan kalau telah mengingatkan. Namun, tak digubris oleh mereka.

Kejadian viral itu mencuri perhatian banyak pihak, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo. KBRI Tokyo memberikan imbauan lewat Twitter.

KBRI Tokyo meminta warga Indonesia yang sedang liburan harap mengikuti tata tertib dan aturan yang berlaku di Jepang. Tentu, untuk keselamatan diri dan menjaga nama baik negara. Selain itu, jika melanggar aturan siap-siap kena denda sampai ditahan!

3. Telat 1 Menit, Masinis Dihukum, Tuntut JR West

Yang terbaru, ada masinis Shinkansen yang dihukum perusahaan dengan pengurangan gaji sebesar Rp 7.000 karena menyebabkan penundaan singkat pada sistem kereta api yang terkenal tepat waktu di negara itu.

Perusahaan kereta JR West mendenda pria itu setelah kesalahan kerja pada Juni 2020. Ia menyebabkan penundaan satu menit dalam waktu operasi.

Dikatakan bahwa tidak ada pekerja yang melakukan sesuatu selama masa penundaan operasi. Si masinis tersebut lalu menuntut ganti rugi sebesar 2,2 juta yen atau setara Rp 275,5 juta. Ia mengaku kesehatan mentalnya terganggu akibat cobaan tersebut.

Menurut situs berita Jepang, Soranews24, pria yang tidak disebutkan namanya itu dijadwalkan untuk mengemudikan kereta kosong ke stasiun Okayama di selatan negara itu.

Tapi dia tiba di peron yang salah sambil menunggu untuk mengambil alih kereta dari masinis sebelumnya.

Pada saat dia menyadari kesalahannya dan bergegas ke peron yang benar, transfer antara dua pengemudi telah tertunda dua menit, yang menyebabkan penundaan satu menit dalam keberangkatan kereta dan penundaan satu menit dalam pergudangan kereta di depo.

JR West awalnya mendenda masinis itu 85 yen, tetapi kemudian setuju untuk mengurangi denda menjadi 56 yen. Ini setelah masinis membawa kasus tersebut ke Kantor Inspeksi Standar Tenaga Kerja Okayama.

Namun, karyawan tersebut menolak untuk menerima pengurangan tersebut dan berpendapat bahwa penundaan tersebut tidak menyebabkan gangguan yang sebenarnya pada jadwal atau penumpang karena kereta kosong selama insiden tersebut.

Tetapi perusahaan mengatakan bahwa mereka menerapkan "prinsip tidak bekerja, tidak ada pembayaran". Kebijakan itu seperti yang akan diterapkan pada kedatangan karyawan yang terlambat atau ketidakhadiran yang tidak dapat dijelaskan. Masinis Shinkansen itu lalu membawa kasusnya ke Pengadilan Distrik Okayama pada bulan Maret, di mana dia sekarang mencari ganti rugi.



Simak Video "Detik-detik Kereta Super Cepat Berhenti saat Gempa Melanda Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA