Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 23 Nov 2021 19:10 WIB

TRAVEL NEWS

Masih Sepi Turis, Pelaku Wisata Bali Tulis Surat Terbuka ke Jokowi

Forum Bali Bangkit
Foto: (dok Forum Bali Bangkit)

Menurut mereka, setidaknya ada tiga poin utama yang menjadi sebab dari tiadanya turis yang liburan ke Bali. Kebijakan open border Bali terhambat oleh ketidakjelasan hal-hal berikut: Kebijakan visa kunjungan; Kebijakan karantina dan Kebijakan penerbangan.

Terkait tiga tuntutan di atas, Forum Bali Bangkit ingin agar aplikasi penerapan eVisa dimudahkan, karantina dihilangkan, perubahan regulasi penerbangan ke Bali, memperluas negara yang bisa berkunjung, hingga menurunkan syarat nominal asuransi turis senilai USD 50.000 atau setara Rp 700-an juta bagi turis yang mau liburan ke Bali.

Lebih lanjut, petisi itu telah ditandatangani oleh sekitar 7.621 orang secara daring. Adapun target yang ingin dicapai adalah sekitar 10.000 tanda tangan.

Kabar lainnya, program vaksinasi di Bali untuk tahap kedua telah mencapai di atas 90%. Sertifikasi CHSE telah mencapai 2000 lebih usaha pariwisata. Bahkan di tahun 2021 pada saat pandemi masih mengoyak, Bali mendapatkan predikat Nomor 1 Destination in The World versi dari TripAdvisor.

MenparekrafSandiagaUno mengatakan pihaknya sudah mengetahui keluhan dari pelaku wisata Bali. Ada beberapa kendala yang menunda keberangkatan turis asing ke Bali.

"Ada beberapa poin yang kami rumuskan dan kami sampaikan pada rapat terbatas. Pertama, per hari ini satu bulan lebih, belum ada kunjungan wisman ke Bali dan Kepri. Kedua, penerbangan langsung menjadi kendala dan kepastian basis residensi atau kewarganegaraan, ini juga menjadi salah satu kendala karena banyak wisatawan mancanegara itu tinggal di daerah atau di negara yang merupakan tempat mereka bekerja. Jadi bukan tempat mereka memegang paspor, ujar Sandiaga.

Sandiaga juga mendapatkan masukan soal visa yang dianggap menyulitkan dimana turis asing harus memiliki penjamin, biayanya mahal dan kuota yang terbatas. Waktu keluar visa pun lama dan harganya mahal. Begitu juga soal karantina yang dirasa tidak menarik, serta kepastian karantina untuk anak di bawah 12 tahun yang menjadi pertanyaan para turis asing.

Untuk mengatasi kendala itu, ada beberapa usulan yang disampaikan kantornya Sandiaga. Salah satunya adalah turis asing yang boleh masuk berbasiskan residensi bukan asal paspor serta tidak harus direct flight ke Bali.

"Pertama adalah membuka untuk level 1-3 termasuk Australia. Karena Australia ini akan memasuki level 2. Kedua tidak harus direct flight, tapi boleh transit di negara level 1-3 dan wisman diperbolehkan berbasis residensi. Jadi misalnya mereka memakai paspor Eropa yang sedang tinggi, tapi residensinya ada di Dubai atau UEA, ini yang kita sedang lakukan evaluasi," ujar Sandiaga.

Untuk visa yang dianggap memberatkan, Sandiaga mengaku kementeriannya akan merumuskan cara dengan Kementerian Hukum dan HAM agar bisa mendapatkan peningkatan kuota dan penghapusan ketentuan penjamin.

"Saya appeal kepada pelaku wisata dan parekraf ini masa yang sulit tapi atas arahan bapak presiden sangat jelas kita prioritaskan penanganan COVID-19 dan libur nataru dan pembukaan Bali-Kepri ini akan dilakukan dalam langkah yang kecil, bertahap dan meningkat," ujar Sandiaga.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA