Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 22 Jan 2022 15:10 WIB

TRAVEL NEWS

ASEAN Promosi Wisata Secara Digital di Tengah Pandemi

Malaysia Desak ASEAN Tinggalkan Prinsip Tidak Campur Tangan
Foto: DW (News)
Jakarta -

Tak mau kalah dengan negara maju, ASEAN mulai kembali promosi wisata aman di kawasan. Dunia digital menjadi kunci.

Tahun 2020 dan 2021 menjadi masa yang sulit bagi sektor perjalanan dan wisata di kawasan ASEAN. Bahkan tahun lalu, badan UNWTO mentahbiskan ASEAN sebagai kawasan yang paling banyak memiliki larangan bepergian.

Hanya menuju akhir tahun 2021 lalu, tak sedikit negara di kawasan ASEAN yang mulai membuka perbatasan internasionalnya lewat sejumlah mekanisme. Namun, relaksasi itu kembali menemui tantangan saat COVID-19 varian Omicron merajalela.

Adapun Kamboja menjadi salah satu negara ASEAN yang memberi relaksasi lebih, dimana negara itu menjadi tuan rumah dari ASEAN Tourism Forum (ATF) 2022 yang diselenggarakan secara hybrid.

"Saya menegaskan harapan dari Perdana Menteri Kamboja Samdech Hun Sen di acara pembukaan ATF 2022 yang mengajak negara-negara ASEAN untuk membuka perbatasannya lewat sejumlah koridor khusus, dengan syarat yang lebih sedikit lewat ASEAN Travel Corridor Arrangement (TCA) yang diprakarsai Kepala ASEAN," ujar Presiden ASEANTA Eddy Krismeidi dalam siaran persnya, Sabtu (22/1/2022).

Dalam event ATF 2022 yang diselenggarakan di Kamboja, pihak ASEANTA mendiskusikan sejumlah hal untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata di kawasan. Sekaligus juga mengajak negara di kawasan ASEAN untuk membuka perbatasan dengan bantuan aplikasi kesehatan.

Lebih lanjut, ASEANTA ingin membuat platform khusus digital untuk traveler bepergian di kawasan ASEAN. Yakni lewat platform bernama ATEX, ASENTA Travel Exchange.

Platform ATEX akan menampilkan pameran B2B yang memungkinkan traveler memesan paket wisata dan tur secara langsung ke stakeholder terkait di ASEAN. Di satu sisi, ATEX akan menjadi referensi besar bagi traveler yang ingin berwisata ke ASEAN.

Rencananya, platform digital itu akan diluncurkan pada quarter pertama. Updatenya juga akan mengikuti trend COVID-19.

Untuk meramaikan, pihak ASEANTA juga akan mengajak stakeholder terkait seperti agency perjalanan, hotel, maskapai dan badan pariwisata nasional masng-masing negara.



Simak Video "Jokowi-Pemimpin ASEAN Bicara Perubahan Iklim Bareng Wapres AS"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA