Sejak pekan lalu, PKL Malioboro Jogja telah bersih dari pedagang kaki lima (PKL). Kini Malioboro berbenah menjadi Kawasan Cagar Budaya
Beberapa wisatawan yang berkunjung mengaku lebih nyaman menikmati suasana Malioboro. Pedestrian salah satu ikon pariwisata Jogja itu pun dirasa lebih lapang.
"Lebih nyaman, ya tanpa ada PKL. Tapi kalau mau minum sama makan harus jalan jauh, ya beli makanan dan minuman dulu," kata salah seorang wisatawan dari Jawa Timur, Riyadi (39), saat ditemui di Malioboro, Minggu (13/2/2022).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riyadi menambahkan, Malioboro tanpa PKL tetap menarik. Dia pun mengaku makin tertarik liburan ke Jogja karena informasi ini.
"Sudah sering sekali (main ke Jogja). Tapi, kebetulan pas liburan di Jogja sekalian melihat suasana Malioboro yang baru," imbuhnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Ana (36). Dia merasa Malioboro lebih syahdu tanpa ada PKL. Bisa duduk, ngobrol, foto, dan aktivitas lain menikmati Malioboro.
"Syahdu, untuk family time enak," katanya.
Ana menambahkan, dengan kondisi saat ini, perlu ada atraksi di Malioboro. Hal ini agar orang yang berwisata ke Malioboro tidak hanya jalan dan lelah duduk saja.
"Agar tidak bosan, saja berada di Malioboro," jelasnya.
Untuk diketahui, kawasan Malioboro bakal disulap jadi panggung street art. Hal ini disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meninjau Malioboro, Jumat (11/2).
"Akan ada acara-acara oleh Balai Cagar Budaya Pemkot Jogja. Misalnya menyangkut galeri seni atau street art dan lain-lain, baik di Teras Malioboro I maupun sepanjang jalan kota yang akan atur," kata Sultan kemarin.
Sultan menyebut penataan terus dilakukan di Malioboro demi membuat pengunjung nyaman. Untuk meramaikan Teras I Malioboro dan Teras Malioboro II rencananya akan digelar pentas seni seminggu kali.
"Kita telah koordinasi dengan kota dalam waktu tiga bulan kita akan selenggarakan pentas baik di Teras 1 maupun 2 yang kemungkinan bisa dua kali dalam seminggu. Yakni Selasa dan Sabtu acara digelar," tutur Sultan.
(elk/elk)
Komentar Terbanyak
Bangunan yang Dirusak Massa di Sukabumi Itu Villa, Bukan Gereja
Aturan Baru Bagasi Lion Air, Berlaku Mulai 17 Juli 2025
Brasil Ancam Seret Kasus Kematian Juliana ke Jalur Hukum