Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 27 Feb 2022 19:45 WIB

TRAVEL NEWS

Oleh-oleh Jateng Zaman Now, Jamur Borobudur

Eko Susanto 
detikTravel
Wisata dan edukasi olahan Jamur Borobudur di Dusun Jowahan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Sabtu (26/2/2022).
Jamur Borobucur (Eko Susanto/detikJateng)
Magelang -

Tak jauh dari Candi Borobudur, ada wisata edukasi dan olahan Jamur Borobudur. Jika ingin berkunjung, wisatawan tidak dipungut biaya.

Jamur Borobudur berada di Dusun Jowahan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Untuk menuju lokasi Jamur Borobudur, bisa naik sejumlah moda yang ditawarkan pengelola wisata di sekitar Borobudur, seperti mobil VW, andong, sepeda, maupun kendaraan lainnya.

Setelah sampai di lokasi, pengunjung langsung disambut pemandu dari Jamur Borobudur. Pemandu akan menjelaskan proses pembudidayaan jamur, mulai dari pembuatan media tanam atau baglog, sampai mengantar ke tempat menanam jamur.

Terakhir, pengunjung bisa mencicipi hasil olahan jamur berupa keripik jamur tiram, kerupuk jamur, jamur kuping crispy, dan lainnya. Di lokasi ini, pengunjung juga bisa membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Pemilik Jamur Borobudur, Puput Setyoko (30), mengatakan budi daya jamur tersebut dilakukan sejak 2013.

"Setelah belajar proses pembuatan, saya mulai mengaplikasinya di rumah. Awal mulainya budi daya hanya 500 media jamur pada 2013," kata Puput saat ditemui di rumahnya oleh detikJateng, Sabtu (26/2/2022).

Wisata dan edukasi olahan Jamur Borobudur di Dusun Jowahan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Sabtu (26/2/2022).Wisata dan edukasi olahan Jamur Borobudur di Dusun Jowahan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Sabtu (26/2/2022). Foto: Eko Susanto/detikJateng

Hasil panen jamur saat itu, kata Puput, dijual per bungkus plastik di Pasar Borobudur. Lambat laun usahanya terus berkembang sampai panen jamurnya melimpah pada 2016 Saat itu, pasar hanya mampu menampung 40-50 kg jamur, padahal panennya surplus.

"Ke pasar mentoknya (jual) 40-50 kg. Padahal panen saya melebihi itu. Akhirnya pada 2016 itu muncul ide buat keripik," ujar dia.

Alumnus SMK Ma'arif Mungkid itu menuturkan, pembukaan sebagai wisata edukasi dan olahan jamur dilakukan sejak 2018. Awalnya pembukaan ini karena ada pengunjung yang ingin melihat UMKM di sekitar Candi Borobudur.

"Tahun 2018 mulai ada VW, ada andong, ada tamu tanya UKM di Borobudur apa, ini (jamur) termasuk. Lalu (tamu) lihat proses pembuatan jamur. Sejak 2018 punya tiga pasar, yaitu budi daya jamurnya, olahan jamurnya, dan pariwisatanya sampai sekarang," ujar Puput yang kini mengambil studi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI) Semarang, itu.

Puput menuturkan, pada 2019, budi daya jamurnya terpilih menjadi salah satu UKM yang berkembang. Lokasi ini kemudian dikunjungi Menparekraf Sandiaga Uno hingga akhirnya nama Jamur Borobudur mulai terangkat.

"Sekarang sudah ada paket wisata (VW dan lainnya), wisatawan diajak ke sini. Waktu itu Pak Sandi lihat prosesnya, sejak itu namanya mulai terangkat. Masuk televisi nasional, mulai dikenal (jamur)," kata dia.

Wisata dan edukasi olahan Jamur Borobudur di Dusun Jowahan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Sabtu (26/2/2022). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Menurut Puput, yang dijual di Jamur Borobudur berupa oleh-oleh dari olahan jamur. Wisatawan juga bisa melihat proses budi daya jamur dari awal.

"Beli oleh-oleh bonusnya melihat proses pembuatan dari awalnya. Kerja sama semua, dari VW, jeep. Paket wisata tamu ke sini saya layani," katanya.

Untuk bahan olahan jamur tersebut, kata Puput, sebagian juga dari para mitranya. "Keripik jamur sehari kalau normal (sebelum PPKM level 3) 60-70 kg mentah, jadinya 40-45 kg keripik kering," tutur Puput yang sekarang mempekerjakan 16 orang.

Puput mengakui, PPKM level 3 di Kabupaten Magelang berdampak penurunan wisatawan. "Ini hampir 50 persen turunnya. Biasanya wisatawan nggak putus Sabtu-Minggu. Ada jeep, ATV, ontel, guide-guide lain, itu ramai," tuturnya.

Salah satu wisatawan, Wahyuni, mengatakan berwisata di Jamur Borobudur bisa mendapatkan edukasi mengenai macam-macam jamur dan olahannya.

"Tempatnya asik, teduh, di sini kita bisa tahu macam-macam jamur. Selama ini saya tahunya cuma jamur tiram saja. Di sini juga bisa mencicipi berbagai varian jamur," ujar Wahyuni.



Simak Video "Pengunjung Pertama Candi Borobudur Tahun 2023 Disambut Dua Gajah Cantik"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA