Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 05 Mar 2022 06:42 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Hitler Tega Membunuh Manusia tapi 'Sayang' Satwa

Putu Intan
detikTravel
July 1945:  The alleged site of Adolf Hitlers grave behind the Chancellery in Berlin, with soldiers standing alongside the petrol cans thought to have been used to burn his body.
Hitler bersama Blondi. Foto: Getty Images
Jakarta -

Adolf Hitler memimpin genosida pada jutaan orang. Namun ada sisi lain dari dirinya yang begitu sayang pada anjing peliharaannya.

Hitler memiliki seekor anjing favorit berjenis gembala Jerman bernama Blondi. Kecintaannya pada Blondi bahkan disebut melebihi cintanya pada sang istri, Eva Braun.

Hitler agaknya tak bisa lepas dari Blondi. Ia bahkan mengajak anjingnya untuk tidur bersama, yang kerap membuat istrinya kesal.

Sebagai anjing gembala Jerman, Blondi memang dikenal akan kepatuhannya. Kepatuhan ini menjadikan anjing gembala Jerman sebagai penjaga di kamp konsentrasi milik Nazi. Selain itu, anjing itu begitu disukai karena menyerupai serigala.

Dilansir dari DW News, Sabtu (5/3/2022) Hitler sangat mengagumi serigala. Dia suka jika teman-temannya memanggilnya dengan julukan "Serigala".

Hitler tampaknya terobsesi pada serigala. Ia bahkan menamai markas besar Jerman di Perang Dunia II dengan nama Wolf's Canyon (Ngarai Serigala) dan Wolf's Lair (Sarang Serigala).

Serigala juga digunakan dalam propaganda Nazi. Mereka menggunakan citra serigala liar selama bertahun-tahun sebelum mengambil alih kekuasaan.

Tepatnya pada tahun 1928, Joseph Goebbles yang merupakan Menteri Propaganda mengancam para politisi demokratis Republik Weimar selama kampanye pemilihan. Dia mengatakan, "seperti serigala yang mencabik-cabik kawanan domba, begitulah kami datang!".

Lima tahun kemudian, Nazi berhasil menggulingkan Republik Weimar. Demokrasi Jerman yang pertama telah gagal.

Pada tahun yang sama, Nazi mengesahkan undang-undang perlindungan hewan. Aturan ini menetapkan bahwa hewan berdarah panas harus dipingsankan sebelum disembelih. Sebenarnya, undang-undang ini dibuat dengan tujuan melarang orang Yahudi melakukan ritual penyembelihan hewan.

Jan Mohnhaupt yang menulis buku Tiere im Nationalsozialisme mengatakan, Nazi menganggap perlakuan keji mereka pada kaum Yahudi dan perlindungan hewan bukanlah sesuatu yang bertolak belakang.

"Bagi Nazi, perlindungan hewan dan kejahatan terhadap kemanusiaan bukanlah hal yang kontradiksi," kata Mohnhaupt.

"Sebaliknya, mereka bahkan merasa menjadi bagian dari elit moral," sambungnya.

Citra sayang satwa yang dibuat Nazi tak hanya ditunjukkan melalui foto-foto Hitler bersama Blondi tetapi juga Wakil Hitler, Hermann Goring bersama anak-anak singa.

Goring memelihara 7 ekor anak singa pada tahun 1933-1940. Namun menurut Mohnhaupt, yang dilakukan Goring merupakan simbol dari kekuasaan dan prestise.

Jika Hitler terobsesi pada serigala, Goring memilih singa sebagai satwa kesukaannya. Goring terinspirasi dari Kaisar Romawi yang memelihara singa dan raja-raja Eropa Abad Pertengahan seperti Richard si Hati Singa dan Henry si Singa.

Para raja itu memilih singa sebagai citra diri karena singa dianggap sebagai raja hutan yang melambangkan kekuasaan, kekuatan dan keberanian.

Kembali ke kisah Hitler dan Blondi, kebersamaan mereka tak berakhir bahagia. Hitler memutuskan bunuh diri pada 30 April 1945 daripada ditangkap tentara Soviet.

Sehari sebelumnya, ia memberikan kapsul sianida pada Blondi. Tujuannya untuk memastikan kapsul itu bekerja.

Setelah Blondi mati, Hitler memutuskan untuk menyusulnya dengan menembakkan pistol melalui mulutnya sedangkan Eva Braun meninggal usai menelan kapsul sianida.



Simak Video "Jepang Geram, Ukraina Sandingkan Foto Kaisar dengan Hitler dan Mussolini"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA