Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 09 Mar 2022 10:03 WIB

TRAVEL NEWS

Olahraga-Psikotes, Ini Aktivitas Atlet Esports di Pelatnas Sea Games Vietnam 2021

Sandiaga di lokasi pelatnas esports Bogor
Foto: (Masaul/detikcom)
Bogor -

Ratusan calon atlet esports Indonesia untuk Sea Games Vietnam 2021 sedang menjalani pelatihan terpusat di Bogor. Tak hanya main game, mereka juga melakukan olahraga rutin hingga menjalani psikotes.

Hal itu diungkapkan oleh salah ofisial, yakni Bramantyo Rinaldi, manajer tim Mobile Legends: Bang Bang di Sea Games Vietnam 2021. Sehari-hari, ia tergabung dalam tim RRQ.

"Kalau sekarang kita ada di pelatnas, kemarin kita ada 25 orang dan hingga hari ini sudah mengerucut sampai 15 orang. Nanti yang terpilih sebanyak tujuh orang yang akan dibawa ke Vietnam," kata Bram di lokasi pelatnas di Bogor, Selasa (8/3/2022).

Khusus untuk pemilihan atlet tim Mobile Legends: Bang Bang, kebanyakan pemain yang diundang adalah pemenang dari gelaran MPL di season lalu. Selebihnya, ada pemain panggilan khusus dari pelatih.

"Di sini hanya ada dua tim undangan, RRQ dan Onic hasil dari satu tahun belakangan. Itu yang diundang. Habis itu ada pemilihan dari kejurnas sama pemenang PON dan lima pemain pilihan dari pelatih kepala," jelas Bram.

Lalu, apa saja kegiatan para atlet di pelatnas esports itu? Jadi, selain latihan bersama mereka juga menjaga fisik dengan diberlakukannya jam olahraga.

"Kegiatan kami paling banyak ada scrim internal dan eksternal. Scrim internal ada lawan pemain lima lawan lima. Habis itu ada scrim juga ke tim luar," terang Bram.

"Selain dari scrim itu, kita ada juga difasilitasi olahraga fisik untuk atlet-atletnya agar terbiasa berolahraga selain bermain game. Kalau pagi kita olahraga dari jam 8 sampai 9 terus sarapan dan kemarin ada psikotes juga," imbuh dia.

"Psikotes ini dilihat skoringnya untuk memilih pemain," kata Bram.

Jadi latihan terpusat nasional ini memberikan pengalaman lebih bagi para atlet. Mereka digembleng lagi dari sisi fisik, mental dan juga keahlian bermain.

"Ada bedanya pasti. Mungkin beberapa tim yang di gaming housenya difasilitasi dengan tempat olahraga tapi ada juga yang belum. Mereka mendapatkan sesuatu yang barulah di sini. Beda saat kejurnas dan PON yang masih belum lengkap fasilitasnya," kata dia.

"Dibanding kejurnas dan PON saya dengar belum ada pelatih. Mereka juga belum ada yang mereview gamenya juga. Mereka dapetinnya di sini," pungkas Bram.



Simak Video "Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah IESF World Championship 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA