Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 14 Mar 2022 17:30 WIB

TRAVEL NEWS

Travel Bubble Dihapus, Bali Kembali Sambut Wisman

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali kembali dibuka pasca Hari Raya Nyepi
Ilustrasi Bandara Bali I Gusti Ngurah Rai (dok. Angkasa Pura I)
Jakarta -

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Putu Supadma mengatakan, setiap pelaku pariwisata di Bali telah siap untuk menerima wisatawan lokal maupun mancanegara.

Hal tersebut dikatakan Putu menyusul pemerintah yang telah menghapus kebijakan travel bubble di Bali. Ia pun mengapresiasi pemerintah karena sudah melakukan itu.

"Bali sudah siap. Mulai dari bandara, masyarakat, destinasi, hingga hotel sudah siap menyambut wisatawan. Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) semuanya sudah siap," jelas Putu Supadma melalui keterangan persnya yang diterima detikTravel, Senin (14/3/2022).

Putu menjelaskan, bahwa pemerintah sudah memberitahukan tidak adanya masa karantina di Bali. Jadi wisatawan dapat langsung datang ke Bali.

Hal tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang telah mencabut kebijakan karantina bagi wisatawan mancanegara dari 23 negara, Senin pekan lalu (07/03).

Sebelumnya, pelaku perjalanan internasional yang datang ke Bali diwajibkan karantina selama tiga hari melalui mekanisme hotel bubble, yakni dapat melakukan kegiatan di lingkungan hotel atau non-bubble yang merujuk pada karantina dalam kamar.

Lebih lanjut, Putu menegaskan bahwa DPR telah berjuang untuk kembali membangkitkan pariwisata di Pulau Dewata di tengah pandemi. Salah satu cara nyata yang diberikan oleh DPR melalui penyelenggaraan Sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144.

Untuk diketahui, DPR RI menjadi tuan rumah sidang IPU ke-144. Sidang dengan tema "Getting to Zero: Mobilizing Parliaments to Act on Climate Change" diselenggarakan di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Bali pada 20-24 Maret 2022.

"Dari awal tahun 2020 saya telah mengatakan untuk tolong kawal Bali. Ekonominya paling terpuruk, paling berat. Dan momen ini (IPU) adalah cara BKSAP sekaligus parlemen membantu menyelenggarakan pergelaran akbar (IPU) yang memiliki dampak lebih luas dan besar," terang Putu.

Ia mengatakan, pencabutan travel bubble dan penyelenggaraan IPU ke-144 disambut dengan baik oleh setiap stakeholder di Bali. Mereka mengatakan siap membuka diri untuk menerima kedatangan delegasi baik dari Indonesia maupun mancanegara.

Putu juga berharap denyut aktivitas pariwisata dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Bali dapat pulih kembali. Hal ini didukung dengan adanya potensi perubahan status pandemi Covid-19 menjadi endemi.

"Kita berharap pandemi dalam waktu dekat akan menjadi endemi. Sehingga semua bisa terbang kembali, masyarakat bisa menikmati liburannya lagi. Akhirnya UMKM dan pelaku pariwisata bisa mendapatkan benefit. Otomatis in the end of the day, Bali bangkit," tutup Putu.



Simak Video "Ini Syarat Travel Bubble dari Singapura ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA