Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 27 Mar 2022 23:03 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Sultan dari Prusia yang Kaya Raya, tapi Tak Pernah Pamer Harta

Hari Suroto
detikTravel
Hohenschwangau, Germany - August 10, 2015: view of Neuschwanstein Castle on august 10th near Hohenschwangau, Germany during foggy summer twilight.
Foto: Ilustrasi (iStock)
Jayapura -

Fenomena flexing atau tren pamer harta dan ingin dianggap 'sultan' serta meniru kelas sosial ekonomi yang lebih tinggi, saat ini ramai disebut di media sosial.

Sebenarnya sultan, raja atau orang kaya sesungguhnya tidak begitu perilakunya. Ada satu kisah menarik tentang raja sesungguhnya dan hidup sederhana di Jerman pada abad ke-18, yang waktu itu dikenal sebagai Kerajaan Prusia.

Raja yang memerintah adalah Friedrich II dari dinasti Hohenzollern, memerintah selama 15 tahun dan selama pemerintahannya, dialah yang paling berkuasa di Eropa, yang paling disegani dan paling dibenci oleh musuhnya.

Atas prestasinya itu, dia dikenal sebagai Friedrich yang Agung atau Friedrich the Great. Friedrich berteman baik dengan Voltaire atau Francois-Marie Arouet, seorang penulis dan filsuf Prancis yang terkenal.

Sebagai seorang raja, Friedrich dikenal hidup sederhana. Dia selalu memakai baju seragam berwarna biru dan tidak pernah berganti pakaian. Ia memakai apa yang disukainya, melakukan apa yang dikehendakinya dan ia tak mempedulikan omongan orang tentang dia.

Friedrich berusaha supaya Prusia menjadi negara yang makmur di Eropa. Friedrich adalah raja yang memerintahkan para petani di Jerman untuk menanam kentang, yang pada waktu itu belum dikenal orang. Kentang merupakan tanaman yang berasal dari dataran tinggi Andes, Amerika Selatan.

Raja Friedrich sendiri pergi ke setiap pelosok Jerman untuk memeriksa, apakah betul perintahnya dijalankan oleh rakyatnya. Ia tidak percaya kepada kabar yang diberikan para pembesarnya.

Pada suatu hari di Berlin, ia melihat banyak orang berkumpul di jalan. Lalu pergilah ia mendapatkan orang banyak itu untuk mengetahui apa yang ditonton mereka. Dilihatnya poster bergambar karikatur yang menyindir dirinya sebagai 'Si Kikir Pemungut Pajak'.

Karikatur sindiran itu melukiskan Raja Friedrich yang sedang memutar alat penumbuk kopi dan setiap biji kopi yang jatuh ke tanah dipungutnya. Raja Friedrich tidak marah, lalu dia pulang.

Kemudian, Friedrich memanggil pesuruhnya. Dia mengganggap letak poster tersebut terlalu tinggi, dan Friedrich meminta untuk menurunkan posisinya lebih sedikit ke bawah, supaya semua orang dapat melihatnya dengan jelas.

Pada hari Kamis pagi, 17 Agustus 1786, tepat pukul 02:20, Friedrich yang Agung, raja yang paling terkenal di Eropa, meninggal dunia. Anehnya, jamnya di Potsdam juga mati pada ketika itu juga.


---

Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Cek Harga Mobil Sultan Bekas di Dealer Rocket Motor Company"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA