Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 29 Mar 2022 13:00 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Kapten Pasek Jadi Pilot Heli MotoGP Mandalika

Kapten I Wayan Pasek, pilot helikopter
Heilkopter video MotoGP Mandalika (Foto: Kapten I Wayan Pasek)
Jakarta -

Inilah kisah dari Kapten Pasek. Ia terpilih menjadi pilot helikopter dalam gelaran MotoGP Mandalika.

Bernama lengkap I Wayan Pasek, ia menjelaskan soal penerbangan helikopter untuk gelaran MotoGP Mandalika. Jejak langkahnya yang panjang membuat perusahaannya dipilih penyelenggara.

Kata dia, setiap penerbangan menggunakan helikopter memiliki karakter berbeda di tiap tempatnya. Contoh di MotoGP, ia harus terbang di kecepatan tertentu.

"Setiap ini ada karakteristik sendiri. Filming ada kecepatan khusus, point of view juga, secara tidak langsung kita 20 lap memutari sirkuit tapi agak lebar," kata dia dalam perbincangan dengan detikTravel melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.

Selama gelaran MotoGP Mandalika, ia jadi pilot yang menerbangkan helikopter untuk video. Ia terbang di semua sesi, Moto2-MotoGP.

"Kalau terlalu cepat perubahan kamera nyentuh bodi. Kita cukupkan estimasi terbang selama 1,5 jam, karena MotoGP kan cuma 60-70 menit. Ke Rinjani juga untuk opening," dia menjelaskan.

Untuk MotoGP Mandalika, Kapten Pasek mengemudikan helikopter berjenis AS 350 B3E dari Squirrel. Untuk diketahui, jenis pesawat ini pula yang ia pakai untuk misi penyelamatan dari serangan teroris KKB Papua beberapa waktu lalu.

Pengalaman Kapten Pasek

Cerita hangatnya adalah ketika ia berjasa dalam misi penyelamatan dalam tragedi penembakan teroris KKB terbaru. Peristiwa itu menewaskan delapan orang karyawan PT Palapa Ring Timur Telematika (PTT).

Perjalanan dan pengalaman Kapten Pasek terbilang panjang. Selepas dari Bali, ia melanjutkan sekolah yang mengarah ke keahlian penerbangan di Magelang.

"Saya sekarang bekerja di PT Komala Indonesia sebagai instruktur pilot dan company check pilot dan memang berspesialisasi untuk mengemudikan helikopter," kata dia.

"Tiga tahun lalu pernah di direktorat kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara, Kemenhub sebagai FOA helikopter," dia menambahkan.

Jadi, pada tahun 2002-2012, ia berada di penerbangan Angkatan Darat. Setelah 10 tahun di sana, ia keluar dan mengambil jalan menjadi pilot komersial.

"Tahun 1999 di TNI AU Adisucipto Yogyakarta, terus SMA Taruna Nusantara Magelang. Jadi, memang asal saya dari Bali dan kecil sampai SMP di Bali. Lalu, mengikuti tes Akmil di Magelang," kata dia.



Simak Video "Warga Serbu Bukit Tonton Langsung MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA