Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 29 Mar 2022 21:47 WIB

TRAVEL NEWS

Dikira Bunyi Tembakan, Penumpang Panik Berlarian di Bandara Meksiko

Syanti Mustika
detikTravel
Wide-angle view of a modern aircraft gaining the altitude outside the glass window facade of a contemporary waiting hall with multiple rows of seats and reflections indoors of an airport terminal El Prat in Barcelona
Ilustrasi bandara Foto: Getty Images/iStockphoto/skyNext
Cancun, Quintana Roo, Meksiko -

Kepanikan terjadi di sebuah bandara di Meksiko. Penumpang berlarian ke luar bandara setelah mendengar suara yang mirip suara tembakan!

Dirangkum detikcom, Selasa (29/3/2022) peristiwa ini terjadi di Bandara Internasional Cancun pada Senin sore. Para penumpang berhamburan berlari keluar bandara di Terminal 3 setelah mendengar suara mirip tembakan.

Namun setelah ditelusuri, pihak keamanan menyebutkan bahwa tidak ada tembakan yang terjadi.



Lucio Hernandez, kepala keamanan publik untuk negara bagian Quintana Roo, mengungkapkan di Twitter bahwa polisi telah menerima panggilan darurat mengenai suara tembakan di bandara. Tetapi kenyataannya itu bukanlah suara tembakan.

"Jatuhnya reklame yang dipasang di dalam terminal 3 bandara Cancun, bertepatan dengan saat orang berlarian, mungkin karena kebisingan yang menyebabkan kebingungan di antara pengguna terminal udara,' tulis Hernandez.

Pihak berwenang pun mengonfirmasi juga di Twitter bahwa tidak ada bukti tembakan di bandara. Mereka juga menambahkan bisa jadi suara seperti letusan itu akibat seorang penumpang tak sengaja merobohkan 3 papan reklame.



Pihak keamanan masih menyelidiki kasus ini. Hal ini ini juga menunjukkan bagaimana ketegangan yang terjadi di Meksiko terkait kekerasan yang berhubungan dengan perdagangan narkoba. Hal ini pula yang membuat para turis gelisah.

Sebelumnya kedutaan besar AS untuk Meksiko mengatakan bahwa mereka mengetahui laporan 'insiden keamanan' di bandara dan mendesak orang-orang untuk mengindahkan otoritas lokal dan memantau berita untuk pembaruan.

"Warga AS harus menghubungi orang yang dicintai secara langsung atau check-in di media sosial,' katanya di Twitter.

Ketakutan itu muncul setelah serangkaian pelanggaran keamanan di negara bagian Quintana Roo di Cancun selama beberapa bulan terakhir yang telah merenggut nyawa tersangka anggota geng dan beberapa turis.

Menurut statistik kejahatan yang dirilis oleh pemerintah Quintana Roo, setidaknya 28 orang tewas selama 16 hari pertama bulan Maret. Ada 41 pembunuhan yang dilaporkan pada Februari dan 34 pembunuhan tercatat pada Januari.



Simak Video "Miris! Migran Venezuela Gelar Aksi Jahit Mulut, Desak Masuk Wilayah AS"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA