Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 05 Apr 2022 04:35 WIB

TRAVEL NEWS

Masyaallah, Ratusan Umat Islam Tarawih di Times Square New York

Ratusan umat muslim gelar shalat tarawih di Times Square AS, Sabtu (2/4/2022).
Foto: tangkapan layar/CBS
New York -

Times Square identik sebagai spot wisata populer di New York. Namun, pada hari perdana bulan Ramadan, ratusan umat Islam menunaikan salat Tarawih di sana.

Dikutip detikTravel dari CBS News, Selasa (5/4/2022), ratusan orang berkumpul untuk melakukan salat tarawih perdana di Times Square, Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (2/4) sebagai penanda dimulainya bulan suci Ramadan.

Times Square merupakan salah satu kawasan pejalan kaki tersibuk di dunia. Times Square dikenal akan banyaknya berbagai papan reklame dan iklan bergengsi, serta menjadi tempat wisata yang menarik sekitar 50 juta pengunjung setiap tahunnya.

Dalam sejumlah foto dan video yang beredar, terlihat sekelompok jemaah datang sambil membawa alas untuk salat. Dengan pengeras suara, mereka merapatkan saf dan melakukan salat Tarawih di sana.

Di tayangan video CBS News, mereka menjalankan salat Tarawih di tengah lalu lalang pejalan kaki dan kendaraan yang ramai. Tak sedikit orang yang mengabadikan kegiatan tersebut dengan smartphone.

Selain Tarawih, terdapat agenda membagikan 1.500 roti isi (sandwich) gratis kepada orang-orang yang berbuka puasa setelah 16 jam.

Diketahui, acara salat Tarawih itu terselenggara oleh komunitas muslim SQ. Penyelenggara mengatakan ingin mengenalkan bagaimana wajah Islam sesungguhnya.

Ia ingin meluruskan kesalahpahaman tentang Islam dan menegaskan bahwa Islam merupakan agama yang membawa kedamaian.

"Kami di sini untuk menjelaskan agama kami kepada semua orang yang tidak tahu apa itu Islam. Islam adalah agama damai," ujarnya pada media Gulf Today.

Terkait dengan tindakan tertentu yang dilakukan kelompok muslim, ia menjelaskan, tidak menjadi tolok ukur bahwa agama Islam mengajarkan kepada keburukan.

"Ada orang gila di semua budaya, semua agama, dan kelompok kecil orang itu tidak mewakili mayoritas. Kami sebenarnya malah didorong untuk berdoa, berpuasa, melakukan perbuatan baik, bersedekah," ujar pihak SQ.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa cara ini merupakan salah satu dorongan pengingat bahwa setiap agama harus bersatu.

"Kita semua bersatu dan terhubung bersama. Orang-orang harus berhenti mencoba memecah belah umat Kristen, Islam, Yahudi, dan semua orang. Itu harus dihentikan," kata dia.



Simak Video "Dramatis! Polisi Selamatkan Wanita yang Pingsan di Rel Kereta di AS"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA