Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Apr 2022 19:08 WIB

TRAVEL NEWS

Perang Tak Usai-usai, Satwa di Bonbin Ukraina Terancam Disuntik Mati

Putu Intan
detikTravel
Kebun binatang pribadi di pinggiran Kyiv rusak berat imbas perang antara Rusia dan Ukraina. Sejumlah hewan pun mati karena terdampak perang kedua negara itu.
Ilustrasi evakuasi hewan di Ukraina. Foto: AP/Vadim Ghirda
Kiev -

Sebuah kebun binatang di Kharviv, Ukraina akan menyuntik mati satwa-satwa mereka bila relokasi gagal. Ini menyusul konflik Rusia dan Ukraina yang tak jua usai.

Feldman Ecopark berusaha untuk memindahkan satwa-satwa mereka ke tempat yang lebih aman. Jika rencana ini tak berjalan mulus, beberapa satwa seperti singa dan harimau harus dieuthanasia.

"Feldman Ecopark tidak ada lagi," kata pendiri kebun binatang Alexander Feldman dalam sebuah pernyataan.

Dilansir dari CBS News, Rabu (6/4/2022) kebun binatang itu menjadi sasaran pemboman yang pada dasarnya menghancurkannya. Akibat serangan itu, kandang hewan menjadi rusak parah sehingga Feldman memperingatkan beberapa hewan akan berkeliaran di jalanan.

Saat ini beruang dalam kondisi buruk tetapi harimau dan singa masih selamat dari serangan. Tim kebun binatang juga tengah berusaha menyelamatkan satwa-satwa lainnya.

"Mungkin kita akan menyelamatkan bayi jaguar, macan kumbang tetapi semua satwa dewasa mungkin akan dilikuidasi," kata Feldman.

Dalam sebuah keterangan, pihak kebun binatang juga sedang mempertimbangkan beberapa hewan untuk tinggal sementara di Chutovo, wilayah Poltava, Ukraina.

"Jika tidak, satu-satunya pilihan yang tersisa adalah menyuntik mati para predator. Sangat menyakitkan untuk membicarakan hal ini tetapi prioritas utama sekarang adalah kehidupan orang-orang," kata pihak kebun binatang.

Dalam pernyataan lain di situs Feldman Ecopark, kebun binatang mengatakan singa hampir berakhir di luar kandang setelah penembakan baru-baru ini.

"Kami menekankan bahwa euthanasia hewan adalah tindakan ekstrem, yang sangat kami harapkan tidak akan terjadi," bunyi pernyataan itu.

"Sekarang kami sedang bernegosiasi dengan sejumlah besar orang dan organisasi, khususnya, dengan mereka yang dapat menerima hewan kami di Ukraina dan luar negeri," katanya lagi.

Namun, ada masalah bagaimana memindahkan hewan besar.

"Operasi semacam itu membutuhkan kehadiran transportasi khusus dan partisipasi sejumlah besar orang. Yang dengan tingkat probabilitas tinggi akan menarik perhatian musuh yang merespons aktivitas di wilayah Ecopark dengan penembakan," bunyi pernyataan itu.



Simak Video "Kamera Drone Abadikan Pertempuran Sengit di Luhansk"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA