Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 11 Mei 2022 16:19 WIB

TRAVEL NEWS

Perlu Tahu, Ini Sebabnya Ada Ular di Sekitar Rumah Kita Saat Banjir

Syanti Mustika
detikTravel
Ular Sanca Muncul saat Banjir
Ilustrasi penangkapan ular di pemukiman (Foto: Muhajir Arifin)
Jakarta -

Setiap ada banjir, sering kita mendengar adanya penangkapan ular di pemukiman warga. Ternyata ada penyebabnya kenapa ular muncul di tengah pemukiman.

Curah hujan yang deras sering kali menyebabkan banjir di wilayah Jabodetabek. Dan beberapa kali juga terdengar kabar penangkapan ular saat banjir.

detikcom pun mencoba bertanya kepada SIOUX Snake Resques (SSR). Mereka pun memberikan informasi mengenai ular. Yuk baca!

Tentang ular yang muncul di pemukiman

"Bulan September - Oktober hingga Maret adalah waktu menetasnya telur ular kobra (dan beberapa ular lain) yang sudah di keluarkan induknya 2-3 bulan sebelumnya. Setelah telur menetas, anak ular akan langsung bergerak ke segala penjuru arah untuk mencari air dan makanannya," ungkap Aji Rachmat, ketua SIOUX Snake Resques saat dihubungi detikcom, Rabu (11/10/2022).

"Ular tidak menyusui dan tidak tinggal dengan induknya. Si induk ular sudah pergi meninggalkan telur sesaat setelah di sembunyikan dalam lubang untuk ditetaskan. Ketika ada hujan atau genangan air, akan memaksa ular (anak atau dewasa) berpindah mencari tempat kering," tambahnya.

Aji menerangkan bahwa ular kobra lebih suka bersembunyi di tempat yang kering ketimbang di genangan air. Juga insting ular kobra mencari makan akan mendekati area dengan bau kodok, katak, kadal, cicak, dan lainnya.

Serta ular akan bertahan di satu tempat yang banyak makanannya dan juga ada lokasi sembunyi yang aman dan kering . Dia akan berpindah jika tidak menemukan makanan.

Nah, apa yang perlu disiapkan oleh warga agar rumah tidak kemasukan ular ?

1. Bersihkan area kebun, pindahkan pot-pot dan tata ulang.

Tumpukan material dirapikan, sampah buang secara rutin. Jika induk kobra menaruh telur di halaman rumah, bisa di ketahui jika kita menyapu atau menggali atau memindahkan material yang tidak terawat.

2. Pasang lem tikus untuk mengurangi atau membasmi tikus di rumah dan sekitar. Tikus mengeluarkan bau, kotoran yang memancing ular datang.

3. Saat setelah hujan selalu cek lubang lubang di halaman dan sekitar rumah yang kering dengan diterangi senter.

4. Semprot wewangian ruangan di dalam rumah. Wangi menyengat tidak disukai oleh ular karena mengganggu penciumannya terhadap mangsa dan musuh. Wangi menyengat hanya efektif di ruang tertutup. Bukan di teras atau halaman rumah terbuka.

5. Siapkan alat bantu menangani ular di rumah. Pelajari mengenali / identifikasi ular sekitar rumah.

6. Latih keluarga yang harus dilakukan jika bertemu ular.

"Jangan pegang ular, jangan bunuh ular. Amati pergerakan ular dan jika memungkinkan isolasi pergerakan ular dan panggil tim snake rescue terdekat," tambah Aji.

7. Jika dalam kondisi darurat bisa menghubungi tim Snake Rescue terdekat. Call center Indonesia Snake Rescue di 08176800446

8. Juga dapat menghubungi Kantor pemadam kebakaran bidang penyelamatan atau BPBD terdekat atau komunitas Reptile serta relawan di sekitar.

9. Tidak perlu panik jika ada ular masuk ke rumah. Hindari menyentuh, memegang atau menangani ular jika tidak terlatih.

"Hanya 20% ular di sekitar kita yang berbisa tinggi. 80% lainnya ular yang tidak berbahaya dan bermanfaat bagi kita. Di pulau Jawa, ada 110 an spesies ular, yang berbisa tinggi sekitar 16-17 spesies saja," tutup Aji.


Nah, yuk mulai bersihkan rumah dan lingkungan ya traveler.



Simak Video "Ngeri! Ular Sanca 3 Meter Ngumpet di Plafon Rumah Warga di Depok"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA