Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 19 Mei 2022 13:45 WIB

TRAVEL NEWS

KNKT: Angkutan Pariwisata Akan Diawasi Ketat Pasca Kecelakaan Tol Sumo

bus kecelakaan mau di tol sumo renggut 14 nyawa
Foto: Kecelakaan di tol Sumo (Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Mojokerto -

Ketua Sub Komite LLAJ Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan menemukan fakta penting yang jadi faktor utama kecelakaan maut di Tol Sumo.

Kecelakaan yang merenggut 14 nyawa ini dipicu pengemudi bus, Ade Firmansyah (29) tertidur lelap. Usut punya usut, ternyata warga Sememi, Kelurahan Benowo, Pakal, Surabaya itu mengemudi dalam kondisi kelelahan.

Betapa tidak, kesempatan istirahat bagi Ade sangat minim sejak berangkat dari Surabaya pada Sabtu (14/5) sekitar pukul 20.00 WIB.

Sebagai kernet, ia harus setia menemani sopir bus, Ahmad Ari Ardiyanto (31), warga Desa Boteng, Menganti Gresik mengantar penumpang ke Dieng, Wonosobo dan Malioboro, Yogyakarta.

"Selama di kendaraan dia (Ade) duduk di depan di kursi kecil. Kalau pun dia tidur hanya tidur-tidur ayam, tidak akan bisa lelap. Saat bus berhenti, saat istirahat, kewajiban kernet menjaga bus, dia tidak boleh ikut tidur.Pengemudinya kan tidur, dia menjaga bus dan barang-barangnya. Artinya, dia tidak efektif dalam beristirahat," kataWildan kepada wartawan diMapolresMojokerto Kota, Jalan Bhayangkara, Rabu (18/5/2022).

"Ini sebuah manajemen keselamatan yang perlu kita benahi. Selama ini pembinaan dan pengawasan kendaraan pariwisata perlu ditingkatkan. Karena kasus-kasus seperti ini (pengemudi kelelahan) banyak terjadi, bukan cuma di kendaraan ini, tapi di hampir sebagian besar angkutan wisata," terang Wildan.

Ia menjelaskan, bahaya atau hazard dalam kasus kecelakaan ini adalah sopir bus bisa mengemudi lebih dari 8 jam. Sehingga sopir kelelahan dan digantikan Ade selaku kernet bus. Ade mengambil alih kemudi atas inisiatifnya sendiri karena sungkan membangunkan rekan kerjanya yang tidur pulas di bagasi bus.

"Hazardnya dalam kasus ini pengemudi bisa mengemudi lebih dari 8 jam. Ternyata tidak ada regulasi, pengawasan dan pembinaan yang efektif untuk mencegah itu terjadi. Yang dilakukan KNKT bagaimana caranya agar pemerintah secara efektif bisa mencegah jangan sampai pengemudi bisa mengemudi lebih dari 8 jam," terang Wildan.

Belajar dari kecelakaan ini, kata Wildan, pihaknya akan membuat rekomendasi kepada Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pekan depan untuk mencegah kecelakaan serupa terulang.

Ia berharap pemerintah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap angkutan pariwisata agar para sopir mendapatkan waktu istirahat yang cukup saat bekerja.

"KNKT akan membuat rekomendasi setelah ini, minggu depan akan kami keluarkan surat terkait active safety mencegah kecelakaan ini terjadi kembali. Menata bagaimana wisata kita menjadi wisata berkeselamatan. Nanti kami kan mendesain regulasi dan pengawasannya agar hal ini tak terulang. Tujuan kami meniadakan faktor yang berkontribusi dalam kecelakaan. Yaitu kegiatan dalam rentang waktu di luar ambang batas manusia. Kalau dipotong dengan istirahat tidur atau apa, kecelakaan itu tidak akan terjadi," terangnya.


---

Artikel ini sudah naik di detikJatim dan bisa dibaca selengkapnya di sini.

Simak Video 'Update Korban Tewas Bus Maut di Mojokerto: Total 15 Orang':

[Gambas:Video 20detik]



(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA