Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 20 Mei 2022 09:12 WIB

TRAVEL NEWS

RI Bidik Turis India Lewat Bursa Pariwisata 2022 di New Delhi

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) kembali mengikuti South Asias Travel and Tourism Exchange (SATTE) 2022.
Foto: Dok. Kemenparekraf
Jakarta -

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) kembali mengikuti South Asia's Travel and Tourism Exchange (SATTE) 2022 di India. Ini dalam rangka menjaga eksistensi pariwisata Indonesia di kawasan Asia Selatan, serta meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), terutama dari India ke Indonesia.

Diketahui, bursa pariwisata terbesar di Asia Selatan tersebut dilaksanakan secara offline pada 18-20 Mei 2022 di India Expo Mart, Greater Noida, New Delhi, India.

Sekretaris Kemenparekraf/Baparekraf sekaligus Plt. Deputi Bidang Pemasaran, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan tujuan keikutsertaan Indonesia pada SATTE 2022 adalah untuk memfasilitasi pelaku industri pariwisata Indonesia agar dapat mengaktifkan kembali bisnisnya di India.

"Kali ini, Indonesia terpilih sebagai salah satu Partner Country (non-exclusive), yang merupakan apresiasi kepada Kemenparekraf/Baparekraf karena selalu berpartisipasi dalam kegiatan SATTE sejak 2008," ujar Ni Wayan Giri dalam keterangan tertulis, Jumat (20/5/2022).

Dijelaskannya akan ada 20 pelaku industri pariwisata asal Indonesia yang berpartisipasi dalam pameran tersebut. Kehadiran mereka untuk menawarkan berbagai paket menarik, termasuk Bali, yang merupakan destinasi favorit wisatawan India.

Selain itu, dalam naungan brand Wonderful Indonesia juga akan diusung lima Destinasi Super Prioritas yang tak kalah menarik dari Bali, yakni Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Dia menilai wisatawan India merupakan pasar penting bagi Indonesia dan selalu menjadi fokus pasar sejak 2016. Sebelum pandemi, India menjadi salah satu pasar dengan peningkatan jumlah wisatawan tertinggi setiap tahun. Hal ini mengingat besarnya potensi segmen wedding dan honeymoon, yang menjadikan Bali sebagai tujuan utama lokasi pernikahan maupun bulan madu mereka.

Sementara itu, Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno menyebut Bali telah menyambut wisatawan mancanegara sejak awal tahun ini. Hal ini didukung dengan pemberian Visa on Arrival bagi 60 negara.

"Di samping kemudahan fasilitas Visa on Arrival (VoA), Indonesia juga telah mencabut persyaratan tes PCR untuk wisatawan mancanegara yang terbukti tidak bergejala pada saat kedatangan. Pengunjung yang sehat dan telah divaksin secara lengkap kini pun dapat dengan mudah masuk ke Indonesia," kata Sandiaga.

Di sisi lain, Indonesia semakin menunjukkan geliat pemulihan pariwisatanya. Pada Maret 2022 lalu, Indonesia sukses menggelar MotoGP di sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Acara yang berlokasi di salah satu 'Destinasi Super Prioritas' yang diusung oleh pemerintah sebagai strategi pengembangan destinasi di luar Bali atau 'The New Bali'.

Selanjutnya pada Oktober 2022, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Pertemuan G20 di Bali.

(akd/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Eureka!
×
Rahasia Borobudur
Rahasia Borobudur Selengkapnya