Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 14 Jun 2022 11:17 WIB

TRAVEL NEWS

Landasan Diperbaiki, Pesawat Lebar Dilarang Mendarat di Juanda

bandara juanda
Bandara Juanda (Foto: Dok. Humas Bandara Juanda)
Surabaya -

Pesawat berbadan lebar yang punya kapasitas 314 sampai 452 penumpang dilarang mendarat di Bandar Udara Internasional Juanda Sidoarjo, Jatim. Larangan ini murni karena pembatasan landasan, sebab masih dalam proses perbaikan.

"Memang dibilang larangan, karena kami sedang membatasi beban terhadap landasannya. Jadi landasan yang sedang kami perbaiki dan lakukan perawatan perlu dijaga, sehingga pesawat berbadan besar kami kurangi bebannya," kata Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III, M Mauludin di Surabaya, seperti dilansir dari Antara.

Mauludin mengatakan, pembatasan pesawat berbadan besar dari luar negeri itu juga karena bersamaan dengan musim Haji 2022.

"Setelah musim haji ini rampung, kami akan evaluasi lagi kondisi landasan, apakah pesawat berbadan besar bisa mendarat lagi. Dan itu akan kami lihat dalam dua pekan ke depan. Lalu kami akan optimalisasikan lagi," kata Mauludin.

Perbaikan Selesai Bulan Juli 2023

Ia menargetkan, perbaikan dan perawatan landasan di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo rampung secara keseluruhan pada Juli 2023, sehingga tidak ada larangan atau pembatasan lagi.

"Untuk saat ini, kami mengutamakan haji dulu, baru nanti bergantian untuk pesawat berbadan besar lainnya," katanya.

Tambah Flight Pesawat Kecil

Sebelumnya, Ketua Kamar dagang dan industri (Kadin) Jatim, Adik Dwi Putranto meminta Kementerian Perhubungan menambah penerbangan (flight) luar negeri dari dan ke Surabaya menggunakan pesawat berbadan kecil atau narrow body kapasitas maksimal 200 orang.

"Langkah sangat mendesak mengingat adanya informasi larangan itu, sebab kami mendapatkan aduan dari sejumlah pebisnis dan pengusaha yang tergabung dalam asosiasi anggota Kadin Jatim," kata Adik saat ditemui di Surabaya.

Adik mengaku, hanya ingin masalah ini tidak berpengaruh pada ekonomi dan pariwisata Jatim, karena saat telah berupaya membangkitkan ekonomi pasca pandemi COVID-19.

"Kami khawatir jika kondisi ini dibiarkan berlarut akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Jatim, utamanya pariwisata, sebab jumlah wisatawan mancanegara yang masuk Jatim sudah mulai membaik dan menanjak naik," katanya.



Simak Video "Kepanikan Penumpang Citilink Saat Mendarat Darurat di Juanda"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA