Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 17 Jun 2022 11:42 WIB

TRAVEL NEWS

Sandiaga Dorong Wisata Desa Lapasi di Maluku Utara yang Kaya Seni Budaya

Putu Intan
detikTravel
Sandiaga di Desa Lapasi
Foto: dok. Kemenparekraf
Jakarta -

Desa Wisata Lapasi sukses masuk dalam 50 besar Anugera Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Menparekraf Sandiaga mendukung pariwisata desa untuk terus berkembang.

Desa Wisata Lapasi terletak di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Desa ini mendapatkan tempat bergengsi di ADWI 2022 yang merupakan program unggulan Kemenparekraf.

Memasuki tahun kedua, ADWI 2022 mengusung tema 'Kebangkitan Ekonomi untuk Indonesia Bangkit'. Tahun ini, Kemenparekraf berkolaborasi dengan Astra, BCA, dan BNI dalam pengembangan 50 desa wisata terbaik. Para mitra akan melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap desa-desa tersebut selama satu tahun. Salah satunya adalah Desa Sejahtera Astra (DSA).

Desa Lapasi memenuhi ketujuh kategori yang di lombakan di ADWI 2022. Salah satunya berdasarkan daya tarik pengunjung.

Lapasi memiliki pantai. Desa yang juga dikenal dengan sebutan Lako Akelamo itu memiliki keindahan pantainya. Lapasi itu sendiri merupakan akronim dari "Lako Pasir Indah" karena memang terkenal akan lanskap senja yang indah.

Selain menawarkan beberapa paket wisata olahraga air, pantai Lapasi juga sering dijadikan tempat berlangsungnya kegiatan Festival Teluk Jailolo.

Sandiaga di Desa LapasiSandiaga di Desa Lapasi. Foto: dok. Kemenparekraf

Begitu pun soal seni dan budaya. Lapasi memiliki beragam tarian tradisional. Seperti Cakalele, Naro Oti, Pinang, dan Bambu Gila.

Sementara kekayaan budayanya adalah Benteng Saboega. Itu merupakan benteng pertahanan yang dibangun oleh bangsa Portugis pada masa VOC. Benteng tersebut merupakan benteng pertahanan terkuat yang pernah ada di Halmahera Barat.

Saat datang ke sana, Sandiaga menyinggung soal homestay yang menjadi salah fokus pembinaan di Lapasi. Sebab, keberadaan fasilitas bermalam bagi wisatawan tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat setempat.

Sandiaga mengatakan, jika membangun hotel, hanya investor yang mendapat manfaat. Sebaliknya dengan homestay. Justru dia optimistis dapat menambah penghasilan masyarakat dalam situasi ekonomi yang berat ini.

Apalagi, Sandiaga melihat kunjungan wisatawan ke Pantai Lapasi cukup tinggi, yakni mencapai seribu lebih dalam sepekan.

"Bayangkan, jika mereka (homestay) penuh terus, bisa menambah penghasilan bagi mereka," ujar Sandiaga.

Sementara itu, Sandiaga juga menyampaikan bahwa potensi wisata Halmahera Barat (Halbar) bisa seperti Pulau Dewata, Bali.

"Mestinya Halbar dengan segala potensinya bisa menjadi destinasi wisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Kuncinya kita harus berkolaborasi," ungkap Sandiaga.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga mengaku terkesan dengan Festival Pantai Lapasi. Menurutnya, festival tersebut cukup komplet. Ada kuliner, ekonomi kreatif, kerajinan, dan keindahan alam.

"Tapi yang paling menarik di sini adalah festival sunset. Menari dan singing in the sunset. Menurut saya itu yang paling berkesan dan perlu kita tingkatkan. Belum lengkap beromantisme kalau belum berdansa di sunset Pantai Lapasi," kata dia.



Simak Video "Berkunjung ke Taluk Jailolo, Melihat Pertunjukan Seni Tradisional Maluku Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA