Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 20 Jun 2022 22:40 WIB

TRAVEL NEWS

'Liburan ke Jepang Sekarang Rasanya Seperti ke Korea Utara'

bonauli
detikTravel
Foreign tourists wearing protective masks to help curb the spread of the coronavirus take a selfie at a shopping street at the Asakusa district Friday, June 10, 2022, in Tokyo. Japan on Friday eased its borders for foreign tourists and began accepting applications, but only for those on guided package tours who are willing to follow mask-wearing and other antivirus measures as the country cautiously tries to balance business and infection worries. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Jepang (AP/Eugene Hoshiko)
Tokyo -

Jepang memang sudah melonggarkan pembatasan internasionalnya. Banyak turis sudah masuk, tapi agak kecewa nih sama Jepang.

Negeri Sakura memberikan peraturan ketat bagi turis yang masuk ke negaranya. Alasannya sederhana, karena mereka ingin pariwisata kembali bergerak, tapi takut Covid-19 menyebar lagi.

Pemerintah Jepang mengatakan bahwa mereka takut, turis yang datang tidak taat dengan peraturan dan menyebabkan kenaikan di fase yang sudah landai ini.

Alhasil, turis yang masuk harus menggunakan agen tur resmi yang sudah di pilih. Mereka tak boleh kemana-mana sendiri dan ditemani oleh pemandu wisata.

Saat berada di luar ruangan, para kelompok turis harus tetap memakai masker. Satu kelompok haruslah menjaga jarak dengan kelompok lain.

Turis yang sudah ke sana mendapat kesan tersendiri. Dilansir dari Bloomberg, tur dengan pemandu wisata ini dicemooh lewat sosial media. Katanya Jepang jadi mirip dengan Korea Utara.

Sedikit informasi, Korea Utara tak mengizinkan turis masuk ke sana tanpa agen travel resmi dari pemerintah. Turis tidak boleh bepergian tanpa pemandu wisata. Ya, sedikit mirip sih ya Jepang yang sekarang dengan Korea Utara.

Tapi tenang saja, ini bukanlah akhir dari pariwisata Jepang. Pemerintah Jepang masih memilih untuk berhati-hati untuk membuah kebijakan.

Beberapa orang mengatakan bahwa Tokyo begitu lamban dalam mengambil keputusan. Namun pemerintah Kota Tokyo sendiri skeptis bahwa turis akan mengikuti peraturan dengan benar.

Hal ini sudah dirasakan oleh Jepang saat Olimpiade Tokyo 2020. Dari pengalaman saat itu, banyak turis datang namun melanggar peraturan. Sehingga Jepang ini meraih pasar baru, yaitu wisatawan domestik.

Warga Tokyo sendiri sudah jengah dengan ramainya jalanan. Kuil-kuil di Kyoto lebih terasa tenang tanpa padatnya turis yang lalu lalang.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan bahwa Jepang harus meningkatkan pariwisata domestik terlebih dahulu. Setelah itu barulah Jepang akan menerima wisatawan internasional.



Simak Video "Jepang Segera Buka untuk Turis Tanpa Pemandu, Catat Syaratnya!"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA