Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 10 Jul 2022 07:11 WIB

TRAVEL NEWS

LRT Jabodebek Dinantikan Traveler, eh Rupanya Jadi Beban KAI

Ilyas Fadilah
detikTravel
Foto udara gerbong kereta Light Rail Transit (LRT) terparkir di jalur Pancoran, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Progres perkembangan pembangunan transportasi Lintas Rel Terpadu atau LRT yang akan melintas di Jakarta - Bogor - Depok - Bekasi (Jabodebek) tersebut sudah mencapai 88,60 persen, saat ini telah memasuki tahapan uji coba atau tahapan testing commisioning (tes fungsi) untuk rute Pancoran-Dukuh Atas. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Ilustrasi LRT Jabodebek (Antara Foto)
Jakarta -

Lintas Rel Terpadu atau disingkat LRT (Light Rail Transit) atau kereta api ringan sudah dinantikan oleh traveler. Tetapi, ternyata disebut sebagai beban PT KAI.

Adalah Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia/KAI Didiek Hartantyo yang secara blak-blakan menyampaikan proyek LRT Jabodebek sebagai beban PT KAI. Dia menyebut desain pembiayaan LRT Jabodebek tidak benar sejak awal.

Didiek menyebut pembagian tugas dengan KAI sebagai yang harus membiayai pembangunan infrastruktur kepada kontraktor dan operasi sarana LRT Jabodebek tidak tepat.

"Desainnya itu sudah nggak benar dari awal. LRT (Jabodebek) itu menjadi bagian dari Kereta Api dan ini akan menjadi beban," ujar Didiek dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI tengah pekan lalu.

"Pemilik proyek Kementerian Perhubungan, kontraktor Adhi Karya, di Perpres 49 2017, Kereta Api (KAI) sebagai pembayar," dia menambahkan.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor belum mau banyak berbicara mengenai keluhan KAI soal proyek LRT Jabodebek yang membebani perusahaan. Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Farid Budiyanto, mengatakan tengah mempelajari apa yang disampaikan oleh Didiek.

"Mengenai pernyataan tersebut kami masih belum ada keterangan atau tanggapan yang dapat disampaikan. Kami masih pelajari," ujar Farid kepada detikcom, Jumat (8/7/2022).

Farid mengatakan Adhi Karya bersama seluruh pihak terkait dalam proyek LRT Jabodebek sampai saat ini fokus menyelesaikan dan mempersiapkan operasi LRT Jabodebek.

"Proyek tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya menjawab kebutuhan transportasi Jakarta dan daerah penyangga di area Bekasi dan Cibubur," kata Farid.

Pembangunan LRT Jabodebek butuh anggaran Rp 29 triliunan. Untuk sarana kereta dan operasi anggarannya cuma Rp 4 triliun, sementara untuk prasarana alias infrastrukturnya mencapai Rp 25 triliun.

Menurut Didiek poin yang membebani adalah KAI harus berutang mencapai Rp 20 triliun untuk membiayai pembangunan prasarana LRT. Padahal, KAI cuma menjadi operator yang merupakan pihak yang mengurus sarananya saja.

"Jadi kami Rp 29,9 triliun itu dikasih PMN Rp 7,6 triliun 2017 dan 2018, kami berutang itu Rp 20 triliun sendiri. Jadi bagaimana kami mengembalikan utang itu kalau tidak di-topup oleh pemerintah untuk pengambilan infrastruktur ini," kata Didiek.

Tambahan moda transportasi di Jakarta, termasuk LRT, menjadi hal yang ditunggu oleh traveler. Apalagi, LRT menghubungkan bukan hanya tempat-tempat di dalam area ibu kota, tetapi juga daerah satelit, seperti Bekasi dan Cibubur.



Simak Video "Dirut KAI Blak-blakan LRT Jabodebek Jadi Beban, Desain Nggak Benar"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA