Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 10 Jul 2022 15:37 WIB

TRAVEL NEWS

Di Indonesia 'Selalu' Bernasib Buruk, Harimau Sumatera di AS Lahirkan 2 Anak

18 barang bukti hewan dilindungi yang diawetkan dimusnahkan BKSDA Sumatera Selatan. Barang tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar.
Pembakaran harimau sumatera yang diawetkan (Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Jakarta -

Kebun Binatang Kota Oklahoma sedang bergembira. Karena, harimau sumatera yang terancam punah telah melahirkan dua ekor anak.

Diberitakan CNN, dikutip Minggu (7/7/2022), harimau sumatera itu melahirkan dengan jeda beberapa menit pada 2 Juli lalu. Si induk bernama Lola yang berusia sebelas tahun.

Ia melahirkan anak pertama pada pukul 4.31 pagi dan yang kedua pada 4.49. Kebun binatang mengatakan Lola dan anaknya baik-baik saja dan telah mencapai fase penting, yakni menyusui.

Lola, seekor harimau Sumatera, tertangkap kamera sedang merawat anak kembarnya. Dalam beberapa minggu, tim dokter hewan akan memeriksa anak-anaknya untuk menimbang dan mengukurnya juga melihat jenis kelaminnya.

"Lola telah terbukti menjadi ibu yang sangat penuh perhatian dan mengasuh bagi anggota baru keluarga hewan kami ini," kata Tyler Boyd, kurator karnivora Kebun Binatang Kota Oklahoma.

Dia mengatakan selama kehamilannya, Lola masuk dalam sesi pemantauan dan pelatihan ultrasound. Itu memungkinkan pengasuh bersiap untuk kelahiran anak-anaknya.

Lola dan ketiga saudara kandungnya juga lahir di Kebun Binatang Kota Oklahoma, yang berpartisipasi dalam Rencana Kelangsungan Hidup Spesies dari AZA untuk harimau sumatera. Kelompok tersebut telah membuat rekomendasi agar Lola berkembang biak dengan Kami, seekor jantan berusia 14 tahun.

Subspesies tersebut, dinamai berdasarkan pulau Sumatera yang dihuninya di Indonesia, termasuk dalam Daftar Merah Spesies Terancam IUCN. Diperkirakan hanya tinggal 400-500 harimau sumatera liar masih ada di hutan lebat Indonesia.

Fauna & Flora International menjelaskan bahwa perburuan adalah ancaman khusus. Kucing besar yang langka ini diburu untuk diambil kulit, tulang, dan gigi taringnya, yang sangat diminati sebagai simbol status, dan pengobatan tradisional di Asia Timur.

Rusa, sumber makanan utama harimau ini, juga diburu. Habitat harimau menyusut karena perkebunan kelapa sawit, kopi, dan akasia.



Simak Video "Sedih! Evakuasi Bangkai Harimau Sumatera yang Mati Kena Jerat "
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA