Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 11 Jul 2022 16:50 WIB

TRAVEL NEWS

Indahnya Tradisi 'Ngejot' Umat Muslim Rayakan Idul Adha di Denpasar

Pihak LDII Bali bersama dengan Pecalang ketika ngejot daging kurban kepada warga lintas agama yang berada di kawasan LDII Bali, di Jalan Padang Griya II No 1 Denpasar, Bali pada Minggu (10/7/2022).
Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri/detikBali
Denpasar -

Ada yang unik dalam perayaan Hari Raya Idul Adha di Denpasar, Bali tepatnya di kawasan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang berlokasi di Jalan Padang Griya II No 1 Denpasar, Bali pada Minggu (10/7/2022). Pasalnya, usai melaksanakan penyembelihan hewan kurban, perwakilan dari umat Muslim melakukan ngejot atau berbagi kepada masyarakat lintas agama yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Kegiatan ini ternyata tak hanya terjadi pada perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini saja, namun telah menjadi rutinitas sejak tahun 1990-an. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Bali, Hardilan (56).

Menurutnya, kebiasaan tersebut merupakan perwujudan dari peribahasa 'Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung' dan masyarakat diwajibkan untuk memiliki semangat tersebut.

"Kearifan lokal selalu kami junjung tinggi, termasuk menyame braya ini. Di sini ngejot bukan lah sebuah tradisi tapi sebuah kewajiban kami sebagai makhluk sosial. Apalagi kami di sini sudah difasilitasi dengan kenyamanan, ketenangan dan hidup berdampingan. Itu sudah luar biasa sekali dan nilainya lebih dari uang," sebutnya.

Menurutnya, tujuan berkurban sendiri, yakni agar para umatnya dapat bersosialisasi dengan sesama umat beragama.

"Ini juga dijelaskan dalam Al-Qur'an, disebut bahwa daging kurban diberikan kepada orang yang meminta, maupun yang tidak meminta. Jadi, tidak ada batasan golongan, umur, ras, suku, bahkan perbedaan dalam politik dalam menerima daging kurban," tambahnya.

Sementara itu salah satu warga yang mendapatkan ejotan, yaitu Gusti Ketut Wisarjani (45) mengaku sejak tahun 2000 Ia terbilang sering kali mendapatkan daging kurban dari tetangganya tersebut.

"Kami juga begitu, kalau hari Raya seperti Galungan kami juga berbagi seperti buah-buahan biasanya kami bagikan. Apalagi di kos-kosan saya ini juga kebanyakan dihuni sama yang beragama Muslim. Ini sebagai bentuk saling menghormati walaupun beda agama," ungkap Gusti Ketut Wisarjani.

Dirinya pun mengaku senang dengan tingginya rasa toleransi yang ada di daerah tempat tinggalnya tersebut.

"Namanya juga hidup di Bali kami berusaha untuk saling menghormati dan menghindari konflik dan selisih paham. Semoga ke depannya toleransinya makin meningkat dan supaya tidak terjadi kejadian-kejadian seperti di luaran sana," tambahnya.

Untuk diketahui, adapun jumlah hewan kurban seluruh Bali di LDII Bali, yakni sebanyak 103 ekor sapi dan 220 ekor kambing. Untuk tahun ini sendiri akan dibagikan daging kurban sebanyak 10 ribu paket ke seluruh Bali. Adapun rinciannya, yakni Kota Denpasar 3.500 paket, Badung 3.500 paket, Tabanan 1.000 paket, Jembrana 500 paket, Buleleng 500 paket, Karangasem 500 paket, dan Gianyar 500 paket.

---

Artikel ini telah tayang di detikBali.



Simak Video "Melihat Aktivitas Pemotongan Hewan Kurban di RPH Denpasar"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA