Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 20 Jul 2022 13:25 WIB

TRAVEL NEWS

Biang Kerok Meroketnya Tiket Pesawat Menurut Sandiaga Uno

beli tiket pesawat
Ilustrasi pemesanan tiket pesawat (Foto: shutterstock)
Jakarta -

Kenaikan harga tiket pesawat yang terjadi saat ini menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno disebabkan berbagai faktor.

Di antaranya adalah kenaikan harga bahan bakar pesawat, menguatnya kurs dolar AS terhadap rupiah, revenge travel atau fenomena kenaikan kunjungan masyarakat akibat relaksasi kebijakan COVID, hingga kesulitan maskapai dalam meningkatkan seat capacity.

Aneka side event G20 yang tengah berlangsung di berbagai daerah memang membantu dalam meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara, namun bukan menjadi faktor utama kenaikan harga tiket pesawat.

Kenaikan harga bahan bakar berkontribusi besar terhadap kenaikan ini dikarenakan sebanyak 30-35% biaya operasional pesawat berasal dari biaya bahan bakar.

"Dengan berbagai faktor tersebut, Kemenparekraf terus berusaha untuk bekerja sama dengan berbagai stakeholders untuk dapat menyelesaikan persoalan ini. Beberapa langkah yang telah kami lakukan, antara lain adalah tengah menggarap air transport agreement dengan sejumlah maskapai domestik dan internasional dalam rangka peningkatan seat capacity dan frekuensi penerbangan," ujar Sandiaga.

Koordinasi dengan Kementerian terkait juga dilakukan. Salah satunya adalah dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan. Koordinasi dengan Kementerian BUMN terkait penyediaan armada oleh maskapai Garuda yang sempat terkendala karena proses penuntasan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) Juni lalu.

Penambahan Jumlah Maskapai Asing

Sedangkan dengan Kementerian Perhubungan terkait dengan usaha-usaha penambahan jumlah penerbangan oleh maskapai asing dalam memastikan harga tiket lebih terjangkau, khususnya dari 5 negara dengan wisatawan mancanegara terbesar ke Bali, yaitu AS, Australia, Inggris, Prancis, dan Singapura.

"Kami melakukan dua pendekatan dalam menyikapi semakin mahalnya harga tiket pesawat. Pertama pendekatan suplai dan subsidi silang. Pendekatan suplai, ini kita akan menambah supply (pesawat), dan subsidi silang ini lebih kepada mem-bundling harga tiket, dengan akomodasi, dan event-nya. Subsidi silang ini bukan menaikkan/menurunkan harga tiket, karena ini sangat sulit. Menurut saya, subsidi silang ini lebih kepada bagaimana event-event di daerah itu bisa dipaketkan dengan penerbangan, bisa cross subsidi, sehingga paket yang ditawarkan bisa menyeluruh dan terjangkau," jelas Sandiaga.

Sandiaga menambahkan hasil pembicaraan dengan Menteri Perhubungan, akan ditindaklanjuti pada tingkat teknis dengan jajaran deputi terkait.

"Fokusnya, bagaimana menarik wisatawan domestik dan mancanegara, dengan lebih banyak penambahan jadwal penerbangan dan maskapai. Baik maskapai kita maupun maskapai asing untuk memastikan agar harga tiket pesawat lebih terjangkau dan menjaga momentum dari kebangkitan kita," ujar Sandiaga.



Simak Video "Kabar Baik! Kunjungan Wisman ke RI Meroket Hingga 40 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA