Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 28 Jul 2022 14:41 WIB

TRAVEL NEWS

Viral Difabel Ditolak Naik KRL di Solo, Gibran Angkat Bicara

PT Kereta Api Indonesia Commuter (KCI) mulai menguji coba Kereta Rel Listrik (KRL) ruas Stasiun Solo Balapan-Palur, Jumat (24/6/2022)..
Stasiun Balapan Solo. (Bayu Ardi Isnanto/detikJateng)
Solo -

Video seorang difabel cerebral palsy (CP) ditolak saat hendak naik KRL di Stasiun Balapan Solo viral. Wali Kota Rakabuming Raka meresponsnya.

Ia tidak diizinkan naik lantaran menggunakan sepeda roda tiga.

Video tersebut diunggah pada hari Selasa (26/7/2022) oleh akun TikTok @NavRlangga. Diberitakan ia adalah teman dari difabel tersebut.

"Temen gw penderita Cerebral Palsy mendapat penolakan ketika mau naik KRL ke Jogja dari salah satu stasiun Solo. Ditolak karena alasan menggunakan sepeda roda tiga. Padahal kalo naik KRL di Jabodetabek diperbolehkan. Bukti bahwa @KAI121 tidak ramah difabel," tulis akun tersebut.

Dalam videonya, difabel CP tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Ilham. Diperlihatkan saat itu ia sedang berhadapan dengan petugas Stasiun Balapan Solo.

Petugas tidak mengizinkan Ilham naik lantaran kursi roda penunjang yang ia pakai dianggap terlalu besar. Dalam unggahan lain disebutkan bahwa panjang kursi roda tersebut 1 meter dengan lebar kurang dari 50 cm.

"Halo hari ini saya Ilham dari Stasiun Balapan Solo saya ditolak untuk naik KRL dari Solo ke Jogja dengan alasan kendaraan yang saya pakai sebagai alat transportasi penunjang keterbatasan saya ditolak dari Stasiun Balapan Solo ini namanya Pak Widodo, Mas Chandra, dan Mas David. Oke terima kasih," ujar Ilham dalam video.

Ilham diarahkan oleh petugas untuk menggunakan transportasi lain. Ia mempertanyakan kebijakan tersebut.

Dikutip dari detikJateng, Manager External Relations & Corporate Image Care KAI Commuter (KCI) Leza Arlan menjelaskan bahwa aturan di KRL hanya diperbolehkan membawa kursi roda standar atau sepeda lipat.

"Di KRL kan ada aturan barang bawaan. Kalau selama ini standarnya memang hanya untuk kursi roda atau sepeda lipat," kata Leza saat dihubungi wartawan, Rabu (27/7/2022).

Dengan adanya peristiwa ini, KCI akan melakukan koordinasi dengan komunitas difabel untuk mengetahui standar alat bantu yang digunakan. Agar ke depannya kebijakan yang berlaku dapat mengakomodasi seluruh lapisan masyarakat.

"Setelah ini kami koordinasikan dengan teman-teman komunitas disabilitas, bagaimana sih standarnya alat bantu itu," ujarnya.

Berkaitan dengan hal ini, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka turut angkat bicara. Ia menyayangkan kejadian tersebut. Apalagi mengingat saat ini Solo merupakan tuan rumah penyelenggaraan ASEAN Para Games XI.

Menurutnya, difabel seharusnya mendapatkan prioritas. Namun, Gibran menuturkan bahwa ia masih harus berkoordinasi lebih lanjut dengan KAI Commuter.

"Kota Solo harus jadi kota yang ramah terutama untuk disabilitas. Saya belum tahu duduk permasalahannya. Malah teman-teman dengandisabilitas yang seharusnya diprioritaskan bukannya disingkir-singkirkan seperti itu. Nanti saya cari orangnya," kata Gibran di Balai Kota Solo, Rabu (27/7/2022).

***

Artikel ini telah tayang di detikJateng. Baca selengkapnya di sini.



Simak Video "Emak-emak di Solo Meriahkan Parade Kebaya"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA