Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 02 Agu 2022 16:47 WIB

TRAVEL NEWS

Garuda Indonesia Mulai Kembalikan Pesawat CRJ-1000 ke Lessor

Pesawat Bombardier CRJ 1000 Garuda Indonesia
Pesawat Bombardier CRJ-1000 Garuda Indonesia (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Jakarta -

Garuda Indonesia mulai mengembalikan pesawat Bombardier CRJ-1000 secara bertahap. Pada fase awal ini, dua pesawat dikembalikan.

Dalam rilis resmi, pesawat CRJ 1000 itu dikembalikan pada hari Senin (1/8/2022) kemarin. Total ada 18 pesawat Bombardier CRJ-1000 yang sebelumnya pernah dioperasikan oleh Garuda Indonesia.

"Pengembalian armada tersebut merupakan bagian dari strategi restrukturisasi armada yang dijalankan Garuda Indonesia sejalan dengan telah dirampungkannya putusan homologasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ("PKPU") termasuk intensifikasi rencana strategis Perusahaan dalam rangka percepatan pemulihan kinerja," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.

Pengembalian dua pesawat Bombardier CRJ-1000 dengan nomor registrasi PK-GRQ dan PK-GRN tersebut diberangkatkan pada pukul 09.00 WIB dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Perjalanannya menuju MHIRJ Facility Service Centre, Tucson, Arizona, Amerika Serikat.

Irfan mengatakan bahwa pengembalian armada tersebut merupakan bagian dari langkah transformasi Garuda Indonesia guna memperkuat fundamen operasional yang lebih solid dengan mengoptimalkan utilisasi armada serta penyesuaian alat produksi termasuk spesifikasi pesawat yang disesuaikan dengan segmentasi dan karakteristik pasar.

"Hal ini turut sejalan dengan komitmen kami untuk semakin cermat dan prudent dalam mengembangkan langkah ekspansi kinerja dengan basis kebutuhan alat produksi yang lebih terukur dan mengedepankan basis landasan cost leadership dalam setiap prosesnya," kata dia.

"Sebelumnya pada tanggal 19 Juli 2022 lalu kami juga telah mengembalikan satu-satunya armada Boeing 737 Max-8 dengan nomor registrasi PK-GDA kepada lessor Bocomm Leasing di Belanda," imbuh dia.

Lebih lanjut, langkah restrukturisasi Perusahaan dalam jangka panjang juga dioptimalkan melalui kesepakatan bersama dengan lessor terkait dengan perubahan maupun perpanjangan kontrak sewa, seperti penerapan skema power by-the-hour untuk pembayaran biaya sewa pesawat.

Di mana nantinya perusahaan akan membayar biaya sewa berdasarkan jam terbang pesawat. Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Garuda Indonesia berhasil menekan biaya sewa untuk pesawat narrow body hingga di kisaran 30 persen dan pesawat wide body hingga di kisaran 69 persen.



Simak Video "Detik-detik Pesawat Garuda Alami Turbulensi Hingga Penumpang Teriak Histeris"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA