Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 03 Agu 2022 19:40 WIB

TRAVEL NEWS

Pantang Bagi Orang yang Punya Ilmu Leak untuk Mengaku

Sui Suadnyana
detikTravel
Jadwal Pesta Kesenian Bali (PKB) Kamis 7 Juli 2022, di antaranya ada Topeng Prembon hingga Drama Tari Calonarang.
Foto: Ilustrasi (dok. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali)
Denpasar -

Ada sebuah pantangan bagi seseorang yang menguasai ilmu Leak. Mereka tidak boleh mengaku bahwa dia punya ilmu itu. Jika melanggar, maka akan ada konsekuensinya.

Lontar Durga Purana Tattwa menyebutkan bahwa orang yang bisa ngeleak, tidak boleh mengatakan dirinya bisa. Sebab, orang yang memiliki ilmu Leak dan mampu merahasiakan maka akan mencapai kebahagiaan.

"Karena 1000 kali kelahiran dia akan menderita. Kalau dia mampu merahasiakan dirinya maka dia akan mencapai kebahagiaan luar biasa dan tidak akan reinkarnasi lagi. Begitu dalam Durga Purana Tattwa ini. Jadi makanya orang bisa ngeleak itu merahasiakan dirinya supaya tidak kentara tidak diketahui," kata Ngurah Harta, Pinisepuh Perguruan Sandhi Murti Bali.

Ia menambahkan, sebenarnya sangat ingin melestarikan pengetahuan pengeleakan untuk masyarakat Bali. Namun, ia mengaku merasa berdosa ketika memperkenalkan ilmu pangeleakan pada awal tahun 2000. Saat itu, Turah Harta sempat mengalami tindakan yang kurang santun dari masyarakat.

"Tahu-tahu tiba muncul tulisan di mobil cucun leak. Itu kan sangat tidak baik, sangat tidak sopan, sangat tidak santun. Karena pengetahuan tradisi Bali itu sangat santun sekali, tidak mengumbar, ajewera kalau orang tua bilang, sekarang generasi muda Bali itu malah meremehkan kearifan lokal Bali itu," ungkapnya.

Sejak saat itu, Turah Harta mengaku tidak pernah lagi berbicara tentang pangeleakan. Sebab dirinya merasa berdosa membuat perilaku masyarakat Bali salah setelah mengetahui pengetahuan pengeleakan.

Dia menjelaskan, bahwa ilmu pangeleakan berdasarkan ajaran sastra yang menjadi dasar dari tradisi Bali. Adapun sastra yang dipelajari dalam ilmu pangeleakan yakni Dasa Aksara, Kanda Pat, dan sebagainya.

"Saya masukkan dia ke konsep Dharmasastra dia. Kalau di Weda, Smerthi jadinya kalau Dharmasastra. Jadi dia (ilmu pangeleakan) tidak jahat," ungkapnya.


----

Artikel ini telah naik di detikBali dan bisa dibaca selengkapnya di sini.



Simak Video "Wisatawan Masuk Bali Meningkat di Pelabuhan Gilimanuk"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA