Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 08 Agu 2022 16:12 WIB

TRAVEL NEWS

Lion Air Akui Rugi Terbangkan Pesawat Baling-baling ATR 72, tapi...

Pekerja kargo melakukan uji coba operasional penerbangan komersil di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (4/8/2022). Mulai 5 Agustus 2022 Bandara Pondok Cabe (PCB) akan melayani penerbangan komersil atau penerbangan penumpang berjadwal yang akan dilayani oleh maskapai Wings Air dengan tujuan Purbalingga, Cepu Blora, Sumenep Madura, Lubuk Linggau, Ketapang Pontianak dan Krui Lampung. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.
Foto: Ilustrasi Pesawat ATR 72 (Antara Foto/Muhammad Iqbal)
Jakarta -

Lion Air Group mengaku rugi bandar karena mengoperasikan pesawat ATR 72. Meski begitu, mereka akan tetap memakai pesawat ini untuk menjangkau daerah terpencil.

Lion Air Group mengakui operasional pesawat baling-baling tipe ATR 72 mereka masih rugi besar karena harga avtur di bandara kecil yang lebih mahal, bila dibandingkan dengan harga avtur di bandara besar.

Selama ini, Lion Air Group, terutama Wings Air memang banyak mengoperasikan pesawat propeller (baling-baling) tipe ATR 72-500 dan ATR 72-600 untuk menjangkau kota tujuan setingkat kecamatan dan kabupaten pada rute antar pulau hingga pulau terluar di wilayah NKRI.

Tak tanggung-tanggung, sampai saat ini Wings Air mencatatkan rata-rata 200 frekuensi terbang setiap hari untuk rute-rute tersebut.

Walaupun masih merugi, Wings Air dengan pesawat ATR 72 itu akan tetap melayani jaringan penerbangan dimaksud, dengan pertimbangan:

1. Upaya berkontribusi terhadap program pemerintah seiring fase pemulihan perekonomian daerah dan nasional.

2. Membantu menciptakan transportasi saling terkoneksi: antarkecamatan, antarkabupaten serta antarkabupaten dan kota besar. Penerbangan Wings Air pesawat ATR 72 (propeller/ baling-baling) terhubung dengan layanan penerbangan Lion Air Group yang dioperasikan menggunakan pesawat berbadan sedang (narrow body) dan pesawat berbadan lebar (wide body) di bandar udara besar sebagai penghubung utama (main hub).

3. Mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan logistik secara cepat, selamat dan aman.

4. Pesawat ATR 72 (propeller/ baling-baling) mengakomodir penerbangan langsung (point to point) tepat atau sesuaiinsfrastruktur bandar udara di wilayah-wilayah hingga setingkat kecamatan.

"Lion Air Group senantiasa berupaya mempertahankan kelancaran pengoperasian pesawat udara seiring memastikan agar tetap kerkontribusi bagi masyarakat dengan menyediakan layanan penerbangan aman, sehat, selamat dan terjangkau ke depannya," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangannya, Senin (8/8/2022).

"Lion Air Group terus melakukan evaluasi kinerja serta menjalankan perbaikan agar tetap tumbuh dan dapat bersaing dengan beradaptasi (tanggap dan cepat menyesuaikan) terhadap bisnis melalui langkah-langkah strategis korporasi," kata dia.



Simak Video "Eks Presiden ACT Jawab soal Dana CSR Korban Lion Air JT610"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA