Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 14 Agu 2022 06:12 WIB

TRAVEL NEWS

Pulau Ini Jadi Buruan Orang Kaya di Dunia, Konon Simpan Harta Karun

Femi Diah
detikTravel
KANGERLUSSUAQ, GREENLAND - SEPTEMBER 09:  A tourist photographs near meltwater running past the retreating Russell Glacier on September 09, 2021 near Kangerlussuaq, Greenland. 2021 will mark one of the biggest ice melt years for Greenland in recorded history. Researchers from Denmark estimated that in July of this year enough ice melted on the Greenland Ice Sheet to cover the entire state of Florida with two inches of water. According to NASA, 5 trillion tons of ice have melted in Greenland over approximately the past 15 years, enough to increase global sea level by nearly an inch. The observations come on the heels of the recent United Nations report on global warming which stated that accelerating climate change is driving an increase in extreme weather events. (Photo by Mario Tama/Getty Images)
Es di Greenland mulai mencari (Getty Images/Mario Tama)
Jakarta -

Es di Greenland mulai mencair. Bagi orang kaya, situasi itu menjadi kesempatan untuk melakukan eksplorasi mineral di wilayah utara bumi itu.

Dikutip dari CNN, sekelompok miliarder, termasuk Jeff Bezos, Michael Bloomberg, dan Bill Gates berinvestasi untuk mencari mineral yang penting bagi pembuatan mobil listrik di wilayah itu. Eksplorasi difokuskan di wilayah Pulau Disko dan Semenanjung Nuussuaq oleh sebuah perusahaan yang didanai bernama Kobold Metals.

"Kami mencari deposit yang akan menjadi deposit nikel dan kobalt terbesar pertama atau kedua terbesar di dunia," ujar CEO Kobold Metals, Kurt House, dikutip Minggu (14/8/2022).

Dalam eksplorasi itu, Kobold menggandeng Bluejay Mining dengan melibatkan 30 orang. Mereka terdiri dari ahli geologi, ahli geofisika, juru masak, pilot, dan mekanik.

Dalam eksplorasi itu, kru bertugas mengambil sampel tanah dan mengukur medan elektromagnetik di bawah permukaan tanah. Selain itu, menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menentukan dengan tepat lokasi pengeboran pada awal musim panas.

"Ini untuk memantau dengan seksama dampak dari perubahan iklim di Greenland," kata CEO Bluejay Mining Bo Mueller Stensgaard.

Stensgaard menambahkan perubahan iklim yang membuat periode bebas es di laut lebih lama bisa membantu tim dalam pengiriman alat berat dan distribusi logam ke pasar global dengan lebih mudah.

"Tapi, secara umum, perubahan iklim secara keseluruhan telah membuat eksplorasi dan penambangan di Greenland lebih mudah dan lebih mudah diakses," kata dia.

Es yang mencair menunjukkan daratan yang terkubur di bawah es selama berabad-abad. Di lokasi itu, ilmuwan meyakini banyak situs potensial untuk eksplorasi mineral.

"Seiring tren ini berlanjut hingga masa depan, tidak diragukan lagi akan ada lebih banyak lahan yang dapat diakses dan beberapa dari lahan ini mungkin memiliki potensi untuk pengembangan mineral," kata ketua Komisi Riset Arktik Amerika Serikat, Mike Sfraga.

Selain itu, pemerintah Denmark dan Greenland juga telah membuka diri untuk kegiatan eksplorasi ini. Tetapi tetap menerapkan standar lingkungan dalam aktivitas pencarian dan produksi mineral.

"Pemerintah Greenland mendukung pengembangan sumber daya alam mereka yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan layak secara ekonomi untuk mencakup penambangan berbagai mineral," ujar Sfraga.



Simak Video "Suhu Panas Ekstrem, Lapisan Es Greenland Kini Sering Mencair"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA