Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 14 Agu 2022 22:00 WIB

TRAVEL NEWS

Wisata Adrenalin Baru di Bromo, Jembatan Kaca Sepanjang 120 Meter!

Desain Seruni Point, Jembatan Gantung Kaca Pertama di RI
Jembatan kaca Bromo (Foto: Dok. Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR)
Pasuruan -

Jembatan kaca di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru, Jawa Timur tengah dibangun. Jembatan ini akan rampung pada akhir tahun.

Jembatan itu dibangun Kementerian PUPR untuk mendukung peningkatan wisatawan di kawasan tersebut.

Kehadiran jembatan kaca ini menjadi destinasi wisata adrenalin yang menghubungkan Terminal Wisata Seruni Point dengan Shuttle Area dengan pemandangan Gunung Bromo, Gunung Batok dan Gunung Semeru.

Jembatan kaca ini disebut wisata adrenalin karena berada di ketinggian dan wisatawan dapat langsung melihat pemandangan di bawah jembatan melalui kaca.

Jembatan Kaca Seruni Point di KSPN Bromo-Tengger-Semeru, Jawa Timur ini merupakan jembatan kaca pertama di Indonesia.

Jembatan kaca untuk pejalan kaki ini membentang sepanjang 120 meter dengan lebar 1,8 meter pada bentang utama dan 3 meter pada bagian awal dan tengah bentang, berada di atas jurang dengan kedalaman sekitar 80 meter.

Sistem struktur lantai/deck jembatan gantung berupa kaca pengaman berlapis (laminated glass) yang terdiri dari dua lembar kaca atau lebih, yang direkatkan satu sama lain dengan menggunakan satu atau lebih lapisan laminasi (interlayer) dengan total ketebalan 25,55 mm. Struktur jembatan ini dilengkapi double protection steel berupa baja galvanis yang dilapisi cat epoxy agar lebih tahan terhadap karat.

Kementerian PUPR di situsnya mengatakan jembatan kaca ini dibangun dengan perhitungan perencanaan yang komprehensif sesuai standar dan melalui proses uji laboratorium sehingga jembatan ini akan aman untuk difungsikan bagi wisatawan.

Membayangkan melintasi jembatan ini pastinya menegangkan. Namun jangan khawatir dengan keselamatannya karena kekuatan jembatan telah diuji laboratorium di Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur Kementerian PUPR. Proyek itu juga ditargetkan rampung bulan Desember.

Selain itu, dengan melintasi jembatan ini, wisatawan juga dapat menikmati ekosistem di area konservasi yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Yang lebih asyik lagi, wisatawan dapat melihat pemandangan Gunung Batok, Gunung Bromo, dan Gunung Semeru.

Jembatan ini juga bakal dilengkapi pencahayaan. Jadi, bila malam hari tiba, jembatan itu akan tetap terlihat menawan.

Jembatan gantung kaca tersebut diperkirakan dapat menampung 100 orang sekali masuk. Rencananya, dalam setiap sesi, wisatawan dapat berada di jembatan selama 30-60 menit.



Simak Video "Turis Asing yang Kencingi Kawah Gunung Bromo Minta Maaf"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA