Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 08 Sep 2022 18:40 WIB

TRAVEL NEWS

Sejarah TMII dari Ibu Tien, Lalu Diambil Alih Pemerintah Jokowi

Tim detikcom
detikTravel
TMII
Foto: TMII (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) adalah Miniturnya Indonesia. Mari simak sejarah destinasi wisata ikonik ini dari zaman Ibu Tien sampai diambil alih Jokowi.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tengah jadi sorotan. Setelah direvitalisasi, penampakannya jadi cantik. Zaman dahulu, destinasi ini memang digadang-gadang jadi ikonnya Indonesia.

TMII di Zaman Ibu Tien

Taman Mini Indonesia Indah pertama kali dicetuskan oleh Ibu Tien Soeharto, tepatnya pada 13 Maret 1970. Ibu Negara, Siti Hartinah, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien ingin membuat TMII sebagai taman wisata bertema budaya Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Gagasan itu dimunculkan pada suatu rapat Yayasan Harapan Kita (YHK) di Jalan Cendana No. 8 Jakarta. Hal itu dengan tujuan dapat membangkitkan rasa bangga dan rasa cinta tanah air pada seluruh bangsa Indonesia.

Bentuk dan sifat isian proyek TMII adalah berupa bangunan utama bercorak rumah-rumah adat yang dilengkapi dengan pergelaran kesenian, kekayaan flora-fauna, dan benda budaya lain dari masing-masing daerah yang ada di Indonesia.

Pembangunan dan Peresmian TMII

Pada 30 Januari 1971, untuk pertama kalinya gagasan maksud dan tujuan pembangunan Miniatur "Indonesia Indah" mulai dipaparkan di depan umum. Hal itu terjadi pada penutupan Rapat Kerja Gubernur, Bupati, dan Walikota seluruh Indonesia di Istana Negara, yang juga dihadiri oleh Presiden Rl, Ibu Tien Soeharto dengan didampingi Menteri Dalam Negeri Amir Mahmud.

Dengan surat Yayasan Harapan Kita (YHK), Ibu Tien Soeharto menugaskan Nusa Consultants untuk membuat rencana induk dan studi kelayakan pembangunan TMII. Tugas tersebut pun selesai dalam waktu 3,5 bulan.

Sejarah Taman Mini Indonesia Indah dan Serba-Serbi tentang TMIITMII Foto: Dok. Brantas Abipraya

Pada tanggal 30 Juni 1972, pembangunan Taman Mini dimulai tahap demi tahap secara berkesinambungan. Berkat kerjasama semua potensi nasional, mulai dari masyarakat di sekitar lokasi, pemerintah pusat dan daerah, swasta, dan berbagai unsur masyarakat lainnya, dalam kurun waktu tiga tahun pembangunan TMII tahap pertama dinyatakan selesai.

Pada tanggal 20 April 1975, Proyek Miniatur Indonesia "Indonesia Indah" yang kemudian disebut Taman Mini Indonesia Indah diresmikan. Berbagai aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia sampai pemanfaatan teknologi modern dipamerkan di area seluas 150 hektar.

TMII Diambilalih Jokowi

Pada 1 April 2021, Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021. Dalam Perpres itu disebutkan, dengan ditetapkannya penguasaan dan pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah oleh Kementerian Sekretariat Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, penguasaan dan pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah oleh Yayasan Harapan Kita berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 51 Tahun 1977 dinyatakan berakhir.

Setelah hampir 44 tahun dikelola oleh Yayasan Harapan Kita, kini Taman Mini Indonesia Indah (TMII ) telah diambil alih negara. Kemensetneg menegaskan objek wisata tersebut merupakan aset negara.

"Menurut Keppres 51 tahun 1977, TMII itu milik negara, tercatat di Kemensetneg yang pengelolaannya diberikan kepada Yayasan Harapan Kita," kata Pratikno.

TMIITMII Foto: Rengga Sancaya/detikcom

Pratikno mengatakan pengambilalihan pengelolaan TMII itu didasarkan atas rekomendasi BPK. Hal itu agar ke depannya TMII bisa memberikan manfaat yang lebih luas untuk masyarakat.

Pratikno memastikan Kemensetneg berkomitmen melestarikan taman seluas 146,7 hektare itu sebagai sarana edukasi, pengembangan budaya bangsa, dan bermatra budaya nusantara. Selain itu, TMII akan dijadikan cultural theme park.



Simak Video "Melihat Wajah Baru Taman Mini Indonesia Indah"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA