Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 18 Sep 2022 16:51 WIB

TRAVEL NEWS

Tak Cuma Domba, Garut juga Punya Banteng tapi Sudah Punah

Hakim Ghani
detikTravel
Banteng Jawa (bos javanicus) berada di padang savana Sadengan, Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (4/12/2021). Hasil pengamatan petugas dalam beberapa bulan terakhir sebanyak 128 ekor banteng jawa terpantau di savana Sadengan setiap harinya atau populasinya meningkat dari sebelumnya hanya 70 ekor. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/aww.
Ilustrasi banteng. Foto: ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA
Jakarta -

Tak banyak yang tahu bahwa dulu, Garut juga menjadi habitat banteng. Sayangnya, satwa itu sudah lama punah dan tinggal jadi kenangan.

Leuweung Sancang alias Hutan Sancang di Kabupaten Garut, Jawa Barat memiliki beragam fauna yang menghuninya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satunya dilansir dari laman resmi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, ksdae.menlhk.go.id, ada sejumlah satwa yang hingga kini masih menghuni hutan seluas 2.157 hektare tersebut.

Di antaranya adalah Owa Jawa atau Hylobates moloch, rusa (Cervus timorensis), merak (Pavo muticus) hingga macan tutul Jawa yang bernama latin Panthera pardus. Dari temuan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), bahkan ada sejumlah satwa lain yang ditemukan di Leuweung Sancang.

"Yang ditemukan itu ada Owa Jawa, ada macan tutul memang indikasi ada. Terus lutung ada, beruang juga ada di sana," kata Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah V Garut, BKSDA Jabar Dodi Arisandi.

Di antara beragam hewan yang menghuni Hutan Sancang, sebenarnya ada salah satu yang paling menarik perhatian, yaitu banteng. Sayangnya, banteng sudah lama punah dan tak pernah ditemukan lagi jejaknya di sana.

"Kalau sapi, mungkin ada. Karena di sana memang ada tempat penggembalaan liar. Sapi itu sekitar 500 ekor di Sancang itu. Yang jelas, banteng itu sudah tidak ada yang ditemukan," kata Dodi.

Dalam penanggulangan kepunahan banteng di Sancang ini, dari catatan detikcom, pemerintah sempat berencana memigrasikan banteng-banteng liar dari Ujung Kulon ke Sancang, pada tahun 2009 silam. Jumlahnya, sekitar 60 ekor. Namun, rencana tersebut diketahui hingga saat ini tak pernah terealisasi.

"Nggak ada. Tidak ada. Ada juga relokasi ke Pangandaran," ujar Dodi.

Banteng di Leuweung Sancang diprediksi punah sebelum tahun 2007. Dikutip dari sebuah jurnal berjudul Legenda-legenda Keramat di Kawasan Sancang Kabupaten Garut, karya Rosyadi pada tahun 2013, yang dipublikasikan ejurnalpatanjala.kemdikbud.go.id, populasi banteng terus menyusut di akhir tahun 90an.

"Dari data Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam (SBKSDA) Jabar II, pada tahun 1994 jumlah banteng di Leuweung Sancang hanya sekitar 96 ekor," kata Rosyadi.

Menyusutnya populasi banteng di Leuweung Sancang yang berujung kepunahan itu, dikatakan Rosyadi, diduga terjadi akibat sejumlah faktor. Di antaranya adalah maraknya perburuan liar yang dilakukan orang tak bertanggungjawab.

"Ruang gerak habitatnya pun semakin terdesak," katanya.

Kepastian punahnya banteng liar di Leuweung Sancang ini diperkuat dengan cerita salah seorang warga Sancang, bernama Ilham Rahmat Taopik (25). Ilham mengaku pernah ikut menjelajah Leuweung Sancang bersama sejumlah mahasiswa dari IPB pada tahun 2012-an dan mengaku tak menemukan satu pun banteng yang eksis.

"Dulu saya pernah diajak paman, mengantar mahasiswa IPB yang melakukan penelitian menjelajah Sancang, tapi enggak pernah menemukan banteng. Kalau owa, ular, burung besar itu masih ada," kata pria yang akrab disapa Adel tersebut.

Artikel ini sudah tayang di detikJabar. Untuk berita selengkapnya, baca di sini.



Simak Video "Detik-detik Mencekam Tribun Arena Adu Banteng di Kolombia Ambruk"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA