Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 20 Sep 2022 08:57 WIB

TRAVEL NEWS

Tiket Mahal Meresahkan, Frekuensi Penerbangan ke Bali Ditambah dong!

Femi Diah
detikTravel
Suasana di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Jumlah penumpang yang dilayani di Bandara Ngurah Rai tembus di angka 1 juta orang sepanjang Mei 2022.
Foto: Istimewa/Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali
Jakarta -

Gubernur Bali Wayan Koster resah dengan tingginya harga tiket pesawat ke Pulau Dewata. Dia pun mengajukan penambahan penerbangan menuju Bali kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Saya meminta Menhub menambah penerbangan ke Bali sekaligus untuk menurunkan harga tiket supaya wisatawan yang berkunjung bisa lebih banyak," kata Koster di Denpasar, seperti dikutip dari Antara, Selasa (20/9/2022).

Koster menyebut apabila harga tiket pesawat turun maka akan lebih banyak kunjungan ke Bali. Koster beranggapan harga mahal tiket pesawat ke Bali menjadi alasan persentase kedatangan wisatawan domestik rendah.

"Kalau ke Bali berempat sekeluarga akan sangat terasa kalau misal satu tiket Rp 500 ribu maka kalau berempat Rp 2 juta kan cukup berat," ujar Koster.

Sejak ekonomi Bali mulai pulih Maret 2022, tercatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 10 ribu orang per hari, dan wisatawan domestik 12-14 ribu per hari melalui jalur udara Bandara I Gusti Ngurah Rai.

"Sebenarnya, kondisi Bali saat ini dibanding sebelum COVID-19 sudah mencapai lebih dari 50 persen untuk wisatawan mancanegara. Sedangkan wisatawan domestik 30-40 persen, agak terkendala karena harga tiket naik," kata gubernur asal Buleleng itu.

Ia menyadari bahwa selama dua tahun Bali yang perekonomiannya 54 persen bergantung dari sektor pariwisata ini tersendat, bahkan pada tahun 2020 mengalami pertumbuhan negatif.

"Karena pariwisata stuck, maka perekonomian Bali mengalami kontraksi pada 2020 mencapai -9,31 persen, terendah dan terdalam di Indonesia dan baru pertama kali terjadi dalam sejarah Provinsi Bali," kata Wayan Koster di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya.

Seiring dengan memulihnya Bali, pada tahun 2021 meskipun pertumbuhan negatif masih terjadi namun angkanya mengecil menjadi -2,47 persen, dan baru mengalami pertumbuhan positif pada tahun 2022 triwulan I menjadi 1,46 persen dan triwulan II 3,04 persen.

Oleh karenanya, kondisi baik ini ingin dimanfaatkan Wayan Koster untuk memulihkan Bali seperti sedia kala, dengan target pertumbuhan ekonomi 3,5-4 persen ada triwulan III dan di atas 4 persen ada triwulan IV.

Apabila target tersebut tercapai dengan segala aspek yang mendukung pulihnya pariwisata Pulau Dewata maka Koster optimis harapannya pada 2023 dapat kembali normal mencapai 5 persen.

"Saat ini Bali di bawah rata-rata nasional, ini lah susahnya jadi daerah yang bergantung dengan pariwisata," ujar dia.



Simak Video "Siap-siap Harga Tiket Pesawat Bakalan Naik"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA