Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 07 Nov 2022 11:12 WIB

TRAVEL NEWS

Gawat! Salju di Kilimanjaro Segera Habis Mencair

Femi Diah
detikTravel
Three giraffe on Kilimanjaro mount background in National park of Kenya, Africa
Gletser di Taman Nasional Kilimanjaro diprediksi segera habis mencair (Foto: Getty Images/iStockphoto/Byrdyak)
Jakarta -

Gletser di sejumlah situs Warisan Dunia UNESCO, termasuk Taman Nasional Kilimanjaro, Tanzania, diprediksi hilang pada 2050. PBB pun mengingatkan pemimpin dunia untuk bertindak cepat demi menyelamatkan sisanya.

Peringatan itu merujuk penelitian terhadap 18.600 gletser di 50 situs Warisan Dunia UNESCO pada kawasan seluas 66 ribu kilometer persegi. Sepertiga dari gletser yang ada saat ini diperkirakan akan mencair di masa datang.

Selain Taman Nasional Kilimanjaro, geltser di warisan dunia lain di Afrika, yakni di Gunung Kenya, juga diprediksi mencair di tahun 2050. Kenya.Di Eropa, beberapa gletser di Pyrenees dan di Dolomites mungkin juga akan lenyap dalam waktu tiga dekade.

Serupa, di Amerika Serikat (AS) gletser di Taman Nasional Yellowstone juga diprediksi habis pada 2050.

"Studi menunjukkan gletser ini telah mundur pada tingkat yang dipercepat sejak tahun 2000 karena emisi CO2, yang merupakan suhu pemanasan," kata Unesco, seperti dikutip dari Malay Mail, Senin (7/11/2022).

Dengan mencairnya 58 miliar ton gletser setiap tahun itu artinya setara dengan penggunaan air tahunan gabungan Prancis dan Spanyol. Mencairnya gletser juga berimbas kepada kenaikan permukaan laut global hingga 5 persen.

PBB optimistis masih ada cara untuk menyelamatkan gletser pada 2/3 situs warisan dunia yang tersisa. Asalkan, kenaikan suhu tidak melebihi 1,5 derajat celcius dibandingkan dengan periode pra-industri.

Negara-negara telah berjanji menjaga pemanasan global hingga 1,5 derajat celsius di atas tingkat pra-industri.

"Laporan ini adalah seruan untuk bertindak," kata Kepala Unesco Audrey Azoulay, menjelang KTT iklim COP27 di Mesir, yang dimulai hari ini.

COP27 kali ini memiliki peran penting untuk membantu menemukan solusi untuk masalah tersebut.



Simak Video "2023 Akan Jadi Tahun Lebih Panas Dibanding 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA