Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 12 Nov 2022 19:15 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Telaga Rowo yang Konon Dibuat dalam Semalam

Telaga Rowo di Dusun Rowo, Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno Kabupaten Wonogiri, Jumat (11/11/2022).
Telaga Rowo (Muhammad Aris Munandar/detikJateng)
Wonogiri -

Wonogiri punya obyek wisata bernama Telaga Rowo. Di balik keindahannya, ada cerita legenda yang misterius.

Menurut para sesepuh setempat, telaga di pinggir Jalan Batuwarno-Karangtengah itu konon dibuat oleh seorang berbadan besar bernama Bima. Berikut kisahnya.

Telaga Rowo berada di Dusun Rowo, Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri. Kepala Desa Sumberejo, Tri Haryanto, menceritakan konon awalnya Bima mendapat nasihat dari eyangnya tentang ilmu bakat dan keterampilan. Suatu hari Bima diperintahkan turun dari gunung untuk memberikan senjata kepada siapa saja yang membutuhkan pertolongan.

"Saat berjalan tibalah Bima di tempat yang dangkal, tidak ada sumber air dan hanya ada celah. Melihat kondisi itu Bima trenyuh hatinya. Lalu ia bertekad membuat anak lautan (rawa), agar airnya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Tri kepada detikJateng, Jumat (11/11/2022).

Bima kemudian berdoa agar bisa membuat rawa dan selesai dalam waktu semalam. Bima kemudian mengeruk tanah. Kerukan tanah itu dia sisihkan ke sebelah barat hingga membentuk bukit bernama Gunung Krantil.

"Di kaki dan kukunya Bima masih menempel tanah. Kemudian oleh Bima dikipatkan (dibuang) ke timur dan selatan hingga akhirnya juga menjadi bukit," ujar Tri.

Bima pun kegirangan karena sudah terlihat ada air yang keluar dari tanah. Ia semakin bersemangat mengeruk tanah agar sumber air itu semakin lebar dan dalam.

Telaga Rowo di Dusun Rowo, Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno Kabupaten Wonogiri, Jumat (11/11/2022).Telaga Rowo di Dusun Rowo, Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno Kabupaten Wonogiri, Jumat (11/11/2022). Foto: Muhammad Aris Munandar/detikJateng

Tak lama kemudian, Bima mendengar suara orang menumbuk padi di lesung. Karena suara itu pertanda hari sudah pagi, Bima menyudahi pembuatan rawanya. Namun ia sudah puas karena ada sumber air yang muncul dan kelak bisa memakmurkan masyarakat.

"Bima mengatakan, meski pekerjaannya belum selesai namun sumber air itu sudah membentuk rawa. Sebagai pertanda di masa yang akan datang, Bima memberi nama tempat itu Sumber Rejo. Setelah itu Bima langsung naik ke atas menjadi bintang Bima Sakti," kata Tri.

Berdasarkan cerita leluhurnya, Tri menuturkan, dulu di kawasan Telaga Rowo ada sumber mata airnya. Karena airnya keluar terus-menerus, akhirnya ditutup menggunakan kepala kerbau. Kini air di Telaga Rowo dari aliran kawasan pinggiran telaga.

"Belum lama ini kami membangun patung Bima di selatan telaga untuk merepresentasikan asal muasal Telaga Rowo. Ada prasatinya juga yang menceritakan Bima, pakai Bahasa Jawa krama inggil. Memang ceritanya seperti Roro Jonggrang," ungkapnya.

Tri Haryanto mengatakan, Telaga Rowo menjadi berkah di desanya. Kini objek wisata Telaga Rowo dikelola Bumdes Sumberejo.

"Wisata ke sini, masuk area telaga hanya bayar parkir. Ada taman patung Bima, kolam renang, kapal kayuh, gardu pandang, kuliner dan lain-lain. Kalau masuk ke kolam renang atau naik kapal kayuh baru membayar," kata Tri Haryanto.

***

Artikel ini telah tayang di detikJateng. Baca artikel selengkapnya di sini.



Simak Video "Sambal Cabuk, Buah Tangan Khas Wonogiri yang Selalu Dicari"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA