Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 21 Nov 2022 18:45 WIB

TRAVEL NEWS

Gempa Cianjur, Sandiaga: Belum Ada Laporan Kerusakan Destinasi

Putu Intan
detikTravel
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan sejumlah persiapan yang telah dilakukan jelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dalam Weekly Brief with Sandi Uno di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).
Sandiaga Uno memantau efek gempa Cianjur pada destinasi wisata. Foto: Kemenparekraf
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengucapkan bela sungkawa untuk korban gempa Cianjur. Ia juga terus memantau dampaknya pada tempat wisata.

Gempa bumi magnitudo (M) 5,6 yang berpusat di Cianjur terjadi pada pukul 13.21 WIB. Kekuatan gempa yang besar bahkan sampai terasa hingga Jakarta.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sampai 17.44 WIB ada 56 orang meninggal dunia dan 700-an orang terluka.

"Kita semua berdoa semoga Allah, Tuhan Yang Maha Esa memberikan perlindungan kepada kita dan para korban. Semoga segera mendapatkan bantuan dan ini saatnya kita berbagi dan memberikan pertolongan kepada saudara-saudara kita," kata Sandiaga saat jumpa media, Senin (21/11/2022).

Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan gempa ini juga berdampak untuk sektor pariwisata. Apalagi di Cianjur dan sekitarnya terdapat destinasi wisata unggulan.

"Ada banyak destinasi di Sukabumi dan Cianjur dekat dengan pusat gempa, seperti KEK Lido, Desa Wisata Hanjeli, Desa Wisata Situ Padang di Situs Gunung Padang di Cianjur," ujarnya.

Lokasi Gempa Cianjur, Senin (21/11/2022)Lokasi Gempa Cianjur, Senin (21/11/2022) Foto: Google Maps

"Kita sangat prihatin. Sebagai destinasi wisata unggulan, Sukabumi dan Cianjur pasti akan terdampak. Tapi kami belum mendapatkan laporan detail destinasi yang sudah melaporkan kerusakan dan korbannya," imbuhnya.

Gempa bumi siang tadi berpusat di 10 kilometer barat daya dari Kabupaten Cianjur. Kedalaman gempanya adalah 10 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gempa tidak berpotensi tsunami. Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita menyebut gempa terjadi diduga akibat pergeseran Sesar Cimandiri.

"Diduga ini merupakan pergerakan dari Sesar Cimandiri, jadi bergerak kembali," ujarnya.

Gempa itu, jelas Dwikorita, berpusat di sekitar Sukabumi-Cianjur. Dia mengatakan gempa itu terjadi akibat patahan geser. "Merupakan gempa yang diakibatkan patahan geser dengan magnitudo 5,6," kata dia.



Simak Video "Gempa Cianjur: Lokasi, Penyebab, hingga Dampaknya"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA