Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 26 Nov 2022 11:19 WIB

TRAVEL NEWS

Katanya Maskapai Terbaik Dunia, Kok Orang Gemuk Ditolak Naik?

bonauli
detikTravel
Penumpang ditolak Qatar Airways karena kegemukan
Penumpang ditolak Qatar Airways karena kegemukan (Juliananehme/Instagram)
Beirut -

Qatar Airways menjadi maskapai wahid terbaik dunia. Tapi penumpang ini merasa didiskriminasi, ditolak naik pesawat karena gemuk!

Juliana Nehme (38), seorang influencer dan model plus size dari Brasil mengalami kejadian tidak terduga dari Qatar Airways.

Dilansir dari News.com.au, Juliana baru pulang berlibur bersama keluarganya. Liburan ke Lebanon, Juliana menggunakan Air France. Tapi saat pulang, dirinya memilih Qatar Airways dan transit di Doha.

Dalam videonya, Juliana terlihat terisak-isak. Dirinya menjelaskan bahwa maskapai itu menolaknya karena ukuran badannya.

"Saya membeli tiket pulang pergi ke Brasil melalui Qatar dan tiba pada saat itu untuk check in, seorang pramugari Qatar memanggil ibu saya sementara staf lain sedang menyelesaikan check in kami dan memberi tahu dia bahwa saya tidak boleh naik pesawat. Karena saya gemuk," ucapnya.

[Gambas:Instagram]

Juliana menjelaskan bahwa di penerbangan sebelumnya, ia tidak mendapat masalah. Kini dirinya diminta untuk membeli tiket bisnis senilai USD 3.000 atau seKITA Rp 47 juta agar bisa naik ke pesawat.

"Hanya ada waktu 30 menit sebelum pesawat lepas landas. Mereka mengatakan saya tidak berhak naik ke pesawat karena saya gemuk. Saya tidak tahu harus berbuat apa," ulang Juliana karena panik.

Berada di Bandara Internasional Rafic Hariri, Juliana mengaku diancam oleh pihak maskapai karena merekam kejadian tersebut.

Segala upaya telah gagal, Juliana akhirnya tetap tinggal di Lebanon bersama ibunya. Sementara saudara perempuan dan keponakannya sudah naik pesawat menuju Doha.

"Saya menghabiskan uang untuk hotel dan taksi. Saya sangat dipermalukan di depan semua orang di bandara. Semua karena saya gemuk!" ucapnya.

Juru bicara Qatar Airways memberikan keterangan, bahwa itu bukan kejadian sebenarnya. Katanya salah satu anggota keluarganya positif Covid-19.

"Penumpang yang dimaksud di Bandara Beirut pada awalnya sangat kasar dan agresif terhadap staf check-in ketika salah satu rombongan perjalanannya tidak menunjukkan dokumen PCR yang diperlukan untuk masuk ke Brasil," kata juru bicara Qatar Airways kepada news.com.au.

"Akibatnya, keamanan bandara diminta untuk campur tangan karena staf dan penumpang sangat prihatin dengan perilakunya."

Akhirnya Juliana dipulangkan dengan penerbangan lain keesokan harinya dari Lebanon oleh Qatar Airways.

Menguraikan kebijakannya, Qatar Airways mengatakan bahwa setiap penumpang yang menghalangi ruang sesama pelancong dan tidak dapat mengenakan sabuk pengamanan atau menurunkan sandaran tangan, mungkin akan diminta untuk membeli kursi tambahan baik sebagaii tindakan pencegahan keselamatan dan untuk keselamatan semua penumpang.



Simak Video "Penumpang Pesawat Domestik Enggak Perlu Tes Antigen-PCR, Tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA