Turis Israel Ditolak Masuk Hostel, Gerbang Ditutup

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Turis Israel Ditolak Masuk Hostel, Gerbang Ditutup

bonauli - detikTravel
Sabtu, 30 Agu 2025 22:15 WIB
Ilustrasi hotel
Ilustrasi hotel (Getty Images/davit85)
Bosnia -

Seorang turis Israel harus mengalami pengalaman buruk saat liburan di Bosnia. Ia ditolak masuk hostel karena kewarganegaraannya.

Ofak Levy, seorang turis Israel, memesan penginapan di Guest Hostel DADA melalui platform perjalanan Booking.com di kota Mostar, Bosnia dan Herzegovina. Ia terkejut ketika pemilik hostel menolaknya saat tiba.

"Dia datang ke gerbang luar, membukanya setengah, dan bertanya apakah saya tamu dari Israel," ujar Levy, seperti dikutip dari Ynet News pada Sabtu (30/8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika saya mengiyakan, dia bilang tidak akan menerima saya dan harus mencari hostel lain. Saya terkejut dan bingung. Saya bertanya, 'Apa maksudmu? Apa yang harus saya lakukan?' Dia hanya menjawab, 'Maaf, saya tidak menerima Anda,' lalu menutup gerbang," dia menjelaskan.

ADVERTISEMENT

Levy mengatakan ia menghubungi Booking.com untuk meminta bantuan tetapi hanya mendapatkan pengembalian dana sebesar 8 euro dan tidak diberikan tempat menginap alternatif.

"Ini tidak masuk akal," katanya.

"Saya penasaran bagaimana seorang pelanggan Israel bisa menghindari pengalaman memalukan seperti itu ketika memesan melalui situs besar dan bereputasi seperti Booking.com. Saya harap mereka bertindak cepat untuk memblokir pemesanan di lokasi ini dan memastikan akomodasi lain di platform mereka tidak melakukan diskriminasi dan antisemitisme," kata dia.

Booking.com memberi tahu Ynet bahwa insiden tersebut sedang ditinjau.

Ini bukan pertama kalinya, pada 2024 seorang turis Israel ditolak di Material Hotel, Jepang. Manajer Material Hotel Jeronimo Gehres menyampaikan penolakan melalui aplikasi chat.

"Kami mohon maaf memberi tahu Anda bahwa, karena muncul laporan kemungkinan kejahatan perang yang dilakukan anggota Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam konflik yang terjadi di Gaza antara Israel dan Palestina, kami tak bisa menerima orang-orang yang kami yakini mungkin memiliki hubungan dengan tentara Israel," kata Gehres dalam pesan itu, dikutip Arab News Japan, Selasa (18/6).




(bnl/wsw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads