Kaleidoskop detikTravel bulan September 2025 diramaikan dengan Naga Jawa dan Macan Tutul penghuni gunung Sanggabuana hingga pesan sang Sultan HB X.
Penghuni gunung Sanggabuana yang mulai menampakkan diri jadi berita yang paling banyak dibaca pembaca detikTravel pada bulan September 2025. Menyusul kemudian soal kuliner bernama unik Kontol Kejepit yang jadi Warisan Budaya Takbenda.
Kemudian ada jua tentang pesan Sultan Hamengku Buwono X yang meneduhkan tentang empati terhadap sesama dan tidak berlebih-lebihan. Untuk selengkapnya, simak ulasan berikut ini ya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Naga Jawa dan Macan Tutul, Para Penghuni Sanggabuana Tampakkan Diri
Kawasan Sanggabuana dikenal sebagai hutan produksi dan areal latihan satuan Konstrad TNI AD dengan keanekaragaman flora dan fauna yang masih terjaga. Dua satwa langka yang menjadi sorotan di hutan Sanggabuana adalah naga jawa dan macan tutul.
Dilansir dari laman resmi TNI AD, tim Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) berhasil mencatat temuan penting melalui Sanggabuana Javan Leopard Survey (SJLS). Penelitian selama enam bulan di Pegunungan Sanggabuana ini menggunakan 40 kamera jebak.
Menurut peneliti satwa liar SCF, Bernard T. Wahyu Wiryanta, kamera berhasil merekam 19 individu satwa liar, yang terdiri dari 14 macan tutul dan lima macan kumbang dengan rincian 11 macan tutul betina dan 3 macan tutul jantan, serta 3 macan kumbang betina dan 2 macan kumbang jantan.
Selain itu, pada 2022 SCF bersama Fakultas Biologi Universitas Nasional (UNAS) juga menemukan ular Xenodermus javanicus atau lebih dikenal sebagai naga jawa. Satwa itu ditemukan di sekitar aliran Sungai Cikoleangkak, yang memiliki air jernih dan sejuk. Kamera SCF bahkan merekam naga jawa sedang memangsa anak katak di tepi sungai.
Menurut data International Union for Conservation of Nature (IUCN), ular ini berstatus berisiko rendah terhadap kepunahan. Namun, kehadirannya bisa menjadi indikator penting adanya kerusakan lingkungan karena sifatnya yang sangat peka terhadap perubahan alam. Temuan ini menegaskan bahwa Pegunungan Sanggabuana masih menjadi habitat aman bagi satwa langka Jawa.
2. Kuliner Kontol Kejepit Itu Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda
Kue kontol kejepit, atau nama lainnya adrem, bukan hanya sekadar jajanan pasar khas Bantul, melainkan juga menyimpan filosofi mendalam yang diwariskan turun-temurun.
Bentuk dan cara pembuatannya yang khas membuat kue ini mudah dikenali sekaligus sulit dilupakan. Tak hanya populer karena namanya yang nyentrik, kue ini juga punya cerita panjang dalam kehidupan masyarakat pedesaan di Bantul.
Dilansir laman resmi Pemprov DIY, adrem atau yang populer disebut sebagai kue kontol kejepit (tolpit) telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan.
Penetapan ini menegaskan bahwa makanan tradisional khas Bantul tersebut bukan sekadar jajanan pasar biasa, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya Jawa.
Kue ini dulunya hadir sebagai camilan yang erat kaitannya dengan tradisi panen. Pada masa lalu, adrem kerap dijajakan dengan cara ditukar menggunakan hasil panen padi, sehingga menjadi simbol rasa syukur kepada Dewi Sri, dewi kesuburan dalam kepercayaan masyarakat Jawa.
Selain itu, adrem juga memiliki filosofi yang dalam, yaitu sebagai simbol pengampunan dan pengayoman agar kehidupan menjadi lebih "adhem" atau "tenteram". Kini, kue kontol kejepit tidak hanya menjadi suguhan sehari-hari, tetapi juga bagian dari pelestarian budaya.
3. Potret Sri Mulyani Healing di Kota Lama Usai Tak Jadi Menkeu
Usai tak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengunggah foto di media sosial sedang liburan di kawasan Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah
Selama liburan, Sri Mulyani menikmati lingkungan di sekitar Kota Lama yang ramai penuh orang ramah dan ceria, sambil mendengarkan alunan lagu Gambang Semarang.
Dalam unggahannya di Instagram, Sri Mulyani juga mengenang masa-masa ketika kuliah S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) periode 1981-1986.
Sepanjang periode kuliah, Stasiun Tawang mendapat tempat spesial sebagai tempatnya berangkat sekaligus mudik saat libur. Sri Mulyani juga mengenang perjalanannya naik becak di sepanjang Jalan Pemuda-Kalisari.
4. Cerita Penumpang Panik Lupa Matikan Kompor, Untung Maskapai Gercep
Seorang penumpang panik setelah menyadari kompor di rumahnya belum dimatikan. Dia pun melapor ke pramugari dan dengan cepat pilot menghubungi layanan maskapai.
Dilansir dari World of the Buzz, Minggu (19/8/2025) seorang penumpang bernama Wang sedang dalam penerbangan dari Shanghai menuju Singapura beberapa waktu lalu dengan Spring Airlines. Di tengah penerbangan, dia menyadari lupa mematikan kompor saat merebus telur.
Dengan panik dia meminta bantuan kepada pramugari dan menyampaikan kekhawatirannya setelah 3 jam meninggalkan rumah. Tentu saja bahaya kebakaran mengancam rumah dan sekitarnya.
Namun, pesawat tidak bisa terbang kembali begitu saja. Pramugari menceritakan kepada kapten kondisi Wang, lalu pilot segera menghubungi layanan pelanggan maskapai untuk minta tolong.
Pilot menginfokan nama lengkap, detail alamat hingga kode smart door Wang kepada CS. Dia meminta agar menghubungi pihak properti dan masuk ke rumahnya untuk mematikan kompor tersebut.
Staf layanan maskapai langsung menghubungi manajemen properti dan menceritakan hal yang dicemaskan Wang. Namun, pihak perumahan tidak serius menanggapi telefon darurat maskapai ini.
Setelah 3 kali menelpon dan menjelaskan secara detail, barulah manajemen properti memeriksa rumah Wang dan mendapati kompor itu menyala. Staf berhasil mematikan kompor dan mendapati telur-telur sudah dalam kondisi hangus.
Staf perumahan kemudian membuka jendela rumah Wang untuk mengeluarkan bau gosong. Mendapati kabar ini, Wang pun lega dan berterimakasih kepada pihak maskapai. Ada-ada saja!
5. Tradisi Buka Tetek yang Unik di Klaten, Pesertanya Ratusan orang
Di Klaten, Jawa Tengah ada sebuah tradisi unik, namanya Tradisi Buka Tetek. Pesertanya ratusan orang yang sangat antusias.
Tradisi Buka Tetak atau bendungan kecil berlangsung di Embung Cueran yang berada di desa Demak Ijo, Karangnongko, Klaten.
Embung Cueran berasal dari mata air asli Umbul Cueran yang mengairi sawah Desa Demak Ijo dan sekitarnya sekitar 70 hektare. Luas embung itu sekitar 2.000 meter persegi.
Tradisi itu berlangsung dengan sangat seru. Ratusan warga tumpah ruah berebut ikan dalam acara pengurasan embung yang digelar setiap setahun sekali itu.
Acara buka tetek ini dilaksanakan Kamis (25/9) pukul 13.00 WIB. Begitu pintu tetek dibuka dan air mulai surut, warga pun bergegas turun menangkap ikan menggunakan jaring, sarung, bahkan dengan kaus yang mereka kenakan.
"Acara buka tetek bendung ini memperebutkan ikan oleh warga. Kami menebarkan ikan dua kuintal, tapi setahun lalu kita tebar 15.000 benih ikan," kata Kepala Desa Demak Ijo, Kecamatan Karangnongko, Ery Karyatno di lokasi, Kamis (25/9/2025).
Ery menjelaskan, ikan yang diperebutkan warga secara gratis itu ada lele, nila dan kutuk. Tradisi ini merupakan bagian dari kegiatan gelar budaya Desa Demak Ijo tahun 2025.
"Bebas, ini untuk umum, warga Desa Demak Ijo dan sekitarnya. Yang jelas satu orang satu alat, boleh jaring, boleh sarung, kaus dan sebagainya," ujar Ery.
6. Hotel Mangkrak 70 Tahun Jadi Spot Liburan Mewah di 2026
Hotel Gavea yang mangkrak selama kurang lebih 70 tahun akan dibangun kembali menjadi tempat menginap berkelas. Nantinya, hotel ini akan hadir dengan nama GΓ‘vea Boutique & Extended Stay Hotel.
Hotel itu siap dibuka kembali pada 2026 mendatang. Hotel dan lingkungan sekitar jadi tempat ideal untuk liburan.
"Rahasia Gavea adalah pemandangannya yang luar biasa indah. Lingkungannya sangat unik dan saling melengkapi. Menurut saya, hanya beberapa tempat di dunia ini yang punya pemandangan dan keindahan seperti Gavea," kata anggota administrator GΓ‘vea Residence and Corporations Marcos Cumagi.
Hotel Gavea atau lengkapnya Gavea Tourist Hotel didesain pada tahun 1950 sebagai bangunan mewah. Hotel itu dibangun di dalam Hutan Tijuca, Rio de Janeiro, Brazil.
Hotel selesai dibangun pada tahun yang sama, lalu dibuka untuk umum. Sayang rencana tidak berjalan karena perusahaan yang membangun hotel keburu bangkrut. Di dalam hotel sudah ada 16 lantai dan 270 anak tangga yang dibangun tahun 1953.
Kontraktor hotel lalu berubah, yang sayangnya kembali mengalami kebangkrutan. Pada tahun 1970, perusahaan tersebut meninggalkan bangunan hotel seluas 30.000m2 dan 440 kamar. Sejak saat itu hotel benar-benar ditinggalkan tanpa ada rencana pembangunan kembali atau dimanfaatkan lagi.
Hotel itu kemudian diambil alih administrator baru dengan salah satu anggotanya adalah Cumagi. Di tim yang baru inilah Gavea Hotel menyusun mimpinya untuk dibangun kembali hingga rampung.
Menurut Cumagi, tim ini sebetulnya sempat ragu, namun animo masyarakat masih sangat besar sehingga muncul rasa optimis untuk menyelesaikan pembangunan hotel tersebut.
7. Wajah baru Sungai Ciliwung: dari Rawa Jadi Wisata
Sungai Ciliwung punya wajah baru, yaitu Eco Edu Ciliwung yang sangat cocok bagi traveler yang ingin berwisata bukan hanya untuk senang-senang, namun ingin sambil belajar.
Di tempat wisata ini, traveler bisa menemukan beberapa kegiatan yang bisa dilakukan, seperti mengikuti sekolah sungai Ciliwung, berkebun dengan nuansa urban farming, mengelola sampah organik, dan pelatihan susur sungai dengan bot perahu.
Asyiknya, tarif masuk Eco Edu Wisata Ciliwung ini gratis alias tidak dipungut biaya masuk. Wisata ini juga terbuka untuk umum.
Tak hanya itu, traveler juga bisa memetik langsung hasil perkebunan dan membelinya. Di Eco Edu Wisata Ciliwung, traveler bisa membawa pulang kompos organik secara gratis yang disediakan oleh Masyarakat Pecinta Ciliwung (Mat Peci).
8. Pesan Meneduhkan Sultan HB X Buat Pejabat: Empan Papan, Peka, Tidak Berlebihan
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menilai banyak pejabat yang kurang peka terhadap situasi yang sedang dihadapi masyarakat hingga berbuntut aksi massa.
"Istilahnya wong Jawa kan empan papan, misalnya gitu. Bisa menyesuaikan diri pada satu lingkungan, jadi peka," ujar Sultan kepada wartawan di Kompleks Kepatihan, Sabtu (30/8/2025)
"Di satu pihak, kondisi ekonomi yang berbeda. Kaya miskin dan sebagainya itu ya bagaimana kita tidak pamer, misalnya," kata dia lagi.
Sultan juga mengingatkan kepada pejabat untuk memiliki perilaku empan papan tersebut. Yakni bisa peka dan menempatkan diri dalam lingkungannya.
"Bagaimana kita punya perilaku. Pimpinan-pimpinan daerah gitu punya perilaku. Itu tidak berlebihan. Empan papan," ujarnya.
"Tidak sekadar apa yang dia pikirkan, tapi apa yang harus dia rasakan. Saya kira, itu jauh lebih baik," kata dia lagi.
Empan papan merupakan istilah dalam Bahasa Jawa yang memiliki arti menempatkan diri sesuai dengan kedudukan, situasi, dan kondisi. Nah, sikap itu dikaitkan dengan sikap bijaksana jika mampu menempatkan diri dengan baik di lingkungannya.
9. Resmi Dibuka Enchanting Valley Jadi Magnet Baru Wisata Keluarga di Puncak
Taman Safari Indonesia resmi membuka destinasi wisata terbaru Enchanting Valley, sebuah kawasan Recreation, Dining, and Entertainment (RDE) yang berlokasi di Megamendung, Puncak - Bogor.
Dulu tempat wisata ini dikenal sebagai Taman Wisata Matahari. Namun kini destinasi andalan di Puncak itu hadir lebih segar dengan lebih banyak wahana dan tenant-tenant modern.
Peresmian Enchanting Valley ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Bogor bersama jajaran Board of Director Taman Safari Indonesia, Rabu (17/9/2025).
Dengan luas 22 hektar, kombinasi hiburan, kuliner, dan rekreasi modern ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus mendorong geliat ekonomi masyarakat sekitar melalui kolaborasi dengan UMKM lokal di sektor kuliner, kerajinan, dan jasa pendukung pariwisata.
"Enchanting Valley ini berbeda dengan konsep Taman Safari Indonesia pada umurnya. Fokus kami berubah yang di Enchanting Valley ini yang biasanya Taman Safari Group itu berfokus kepada konservasi satwa liar, Enchanting Valley hadir sebagai ruang interaktif. Enchanting Valley ini berfokus kepada keluarga muda untuk memiliki aktivitas keluarga bersama dengan anak-anak. Sehingga jangan main gadget terus gitu intinya ya, tapi bisa keluar untuk bersama-sama main bareng orang tua seperti itu konsepnya. Oleh karena itu, pasti kalau Bapak-Ibu membawa anak-anak ke sini pasti capek, tapi puas memiliki waktu bersama dengan anak-anak kita sendiri," ujarnya.
Tempat ini menghadirkan tiga kafe, dua area kuliner, tiga pertunjukan, dan lima wahana permainan yang menjanjikan pengalaman liburan seru dan berkesan. Daya tarik utamanya meliputi LILA & The Magical Forest Show, teater musikal outdoor berstandar internasional dengan visual dan musik spektakuler, Angklung Show, di mana pengunjung dapat belajar dan bermain angklung dengan latar air terjun, serta Lila's Magical World, petting zoo interaktif yang juga menghadirkan Animal Education edukatif.
Untuk pecinta petualangan, tersedia wahana seperti Super Wheels (mobil klasik sepanjang 1,5 km), Nets Play trampolin jaring, Plaza Carnival dengan tujuh permainan seru, The Playground bertema satwa, hingga The Pavilion area santai dengan tenant snack.
10. Pose Inul Daratista di Bandara Soetta, Bisa Ditiru Nih
Penyanyi dangdut Inul Daratista membagikan beberapa momennya berpose di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Bisa nih gayanya ditiru buat di Instagram.
Sambil duduk di atas koper, Inul Daratista terlihat kagum dan berfoto di depan vertikal garden Terminal 3 Bandara Soetta.
Inul juga kerap berfoto di area garbarata sebelum masuk ke dalam pesawat. Sebelum terbang pun, Inul sempat berfoto dengan rekan artisnya seperti King Nassar. Wah, seru ya!
Lihat juga Video 'Heboh Macan Kumbang Gegerkan Warga Sumedang':












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru