Pada tahun 2025, Museum Nasional Korea memecahkan jumlah rekor pengunjungnya, mencapai 6,5 juta pengunjung. Museum berencana memberlakukan biaya masuk dan buka lebih cepat.
Dilansir dari Korea Herald, Selasa (10/2/2026) pada bulan Desember 2025, museum berencana meluncurkan sistem manajemen hubungan pelanggan (CRM) yang akan mengumpulkan data kehadiran secara real-time, data perilaku pengunjung, dan statistik pendapatan. Berdasarkan platform terintegrasi ini, museum ingin memperkenalkan sistem reservasi online di awal tahun 2027.
"Setelah sistem ini diterapkan, sistem ini akan memungkinkan kami untuk mensimulasikan berbagai skenario terkait dengan tiket masuk berbayar," kata Direktur Jenderal You Hong-june.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak bermaksud memperkenalkan biaya hanya untuk membatasi jumlah pengunjung. Meskipun demikian, memang benar bahwa pengunjung yang membayar cenderung lebih memperhatikan pameran daripada mereka yang masuk secara gratis," tambahnya.
Pergeseran apa pun menuju tiket masuk berbayar, tambahnya, akan berfokus pada peningkatan kenyamanan daripada membatasi akses.
Hambatan kebijakan masih tetap ada. Di bawah sistem akuntansi nasional Korea saat ini, biaya masuk yang dikumpulkan oleh museum-museum milik negara dikembalikan ke kas negara, yang berarti museum tidak dapat langsung menginvestasikan kembali pendapatan tiket untuk merekrut staf tambahan atau meningkatkan fasilitas konservasi.
Untuk saat ini, museum sedang melakukan langkah-langkah segera untuk mempersingkat antrean dan mengurangi kepadatan pengunjung. Mulai 16 Maret, NMK akan mulai buka 30 menit lebih awal, dari yang sebelumnya pukul 10 pagi menjadi 09.30 pagi.
Museum juga akan merevisi kalender penutupan regulernya. Alih-alih hanya tutup tiga hari dalam setahun (saat 1 Januari, Tahun Baru Imlek, dan Chuseok) sekarang akan tutup empat kali setahun, pada hari Senin pertama bulan Maret, Juni, September, dan Desember.
Museum juga akan mengonsep kembali pameran-pameran berdasarkan selera publik dan merancang se-kreatif mungkin hingga bisa membekas di setiap pengunjung yang datang. Kolaborasi internasional juga akan menjadi pusat perhatian.
(sym/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung
Di Lampung, Jokowi Jalani Tradisi Injak Kepala Kerbau