Departemen Jalan Raya Thailand (DoH) mengklaim koridor satwa liar di jalan raya membawa dampak positif, baik bagi keselamatan pengendara maupun kelestarian satwa.
Fasilitas berupa terowongan dan jembatan penyeberangan hewan itu telah beroperasi sejak 2019 di Jalan Raya 304.
Mengutip Bangkok Post, Sabtu (28/2/2026) evaluasi terbaru dilakukan dalam inspeksi yang dipimpin Direktur Distrik Jalan Raya 10, Pakorn Sripanwong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peninjauan turut dihadiri perwakilan Kantor Kebijakan dan Perencanaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Komite Ahli Penilaian Dampak Lingkungan (EIA) Infrastruktur Transportasi Darat dan Udara, serta sejumlah lembaga terkait.
Koridor tersebut dibangun di ruas yang menghubungkan wilayah Kabin Buri dan Pak Thong Chai. Jalan tersebut membelah kawasan hutan konservasi, yakni Taman Nasional Khao Yai dan Taman Nasional Thap Lan, yang masuk dalam Kompleks Hutan Dong Phayayen-Khao Yai, Situs Warisan Dunia UNESCO.
Secara konstruksi, proyek itu memadukan terowongan kendaraan dengan jembatan penyeberangan satwa di atasnya. Desain tersebut dirancang berdasarkan studi perilaku satwa, agar hewan tetap bisa bermigrasi tanpa harus bersinggungan langsung dengan lalu lintas.
Menurut Pakorn, pemantauan selama tujuh tahun menunjukkan koridor digunakan secara konsisten oleh berbagai jenis satwa. Jumlah spesies yang tercatat meningkat dari 156 dalam laporan AMDAL awal menjadi 172 spesies saat ini.
Data tersebut dinilai sebagai indikasi membaiknya konektivitas habitat dan berkurangnya fragmentasi hutan. Selain berdampak ekologis, proyek ini juga disebut menekan risiko kecelakaan akibat tabrakan dengan satwa liar di jalur Kabin Buri-Pak Thong Chai.












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica