Gratis! Bus Wisata Ini Ajak Traveler Keliling Jakarta

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Gratis! Bus Wisata Ini Ajak Traveler Keliling Jakarta

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Kamis, 12 Mar 2026 10:37 WIB
Bus wisata Jakarta
Bus wisata Jakarta (Nyimas Amtrinas Rosada/detikcom)
Jakarta -
Bus wisata JakartaSuasana di dalam bus wisata Jakarta (Nyimas Amtrinas Rosada/detikcom)

Libur lebaran di Jakarta bingung mau ke mana? Traveler bisa keliling ibu kota naik bus wisata, gratis tak perlu mengeluarkan biaya.

Banyak cara untuk menjelajahi Jakarta, termasuk saat Lebaran dengan suasana yang berbeda. Traveler bisa memilih transportasi umum hingga tur berbayar.

Dari banyaknya pilihan perjalanan yang bisa jadi opsi, ada satu transportasi yang menarik sekaligus ramah di kantong, yaitu Bus wisata Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bus wisata Jakarta atau Bus Jakarta Explorer merupakan bus tingkat yang identik dengan warna mencolok ini menjadi salah satu fasilitas wisata yang disediakan Pemerintah DKI Jakarta untuk masyarakat yang ingin berkeliling ibu kota tanpa biaya.

Bus wisata ini beroperasi setiap hari Selasa-Minggu mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB, dengan headway atau waktu tunggu antarbus berkisar antara 20 menit hingga satu jam untuk setiap perjalanan.

ADVERTISEMENT

Kehadiran bus wisata ini tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga pengalaman wisata yang memungkinkan penumpang menikmati berbagai sudut Jakarta dari ketinggian bus tingkat.

Koridor Bus Wisata Jakarta

Saat ini, bus wisata Jakarta memiliki tiga koridor yang masih beroperasi. Setiap koridor menawarkan rute perjalanan dengan tema dan pengalaman berbeda bagi para penumpang.

Koridor pertama adalah BW1 dengan rute Juanda Istiqlal-Kota Tua. Rute ini dikenal sebagai jalur yang mengelilingi kawasan bersejarah Jakarta.

Penumpang dapat melihat berbagai bangunan ikonik yang menyimpan jejak perjalanan sejarah ibu kota, mulai dari kawasan Masjid Istiqlal hingga area Kota Tua yang dikenal sebagai pusat peninggalan kolonial.

Melalui rute ini, wisatawan dapat merasakan suasana Jakarta tempo dulu. Di sepanjang perjalanan, bus melintasi berbagai bangunan bersejarah dan kawasan yang menjadi saksi perkembangan Jakarta dari masa ke masa. Bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata sejarah tanpa harus berjalan jauh, rute BW1 menjadi pilihan menarik.

Koridor kedua adalah BW2 dengan rute IRTI-Monas. Rute ini secara khusus mengelilingi kawasan Monumen Nasional atau Monas yang menjadi simbol kota Jakarta. Jalur ini relatif lebih pendek dibandingkan koridor lainnya, namun tetap menawarkan pemandangan khas pusat kota Jakarta.

Bus wisata yang melintas di rute ini membawa penumpang berkeliling kawasan sekitar Monas, melewati Balai Kota, Perpustakaan Nasional, hingga Gedung DPRD DKI Jakarta. Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pusat kota dengan santai, rute ini menjadi pilihan yang cukup populer.

Sementara itu, koridor ketiga adalah BW4 dengan rute IRTI-Monas. Rute ini menghadirkan pengalaman yang berbeda karena penumpang akan diajak melihat deretan gedung pencakar langit Jakarta.

Perjalanan ini memberikan gambaran tentang wajah modern ibu kota dengan berbagai gedung tinggi di kawasan komersial Sudirman, Gelora Bung Karno, Bundaran Senayan, Plaza Indonesia, hingga MH Thamrin.

"Saat ini koridor bus wisata yang masih beroperasi hanya tersisa 3, yaitu BW1 rute Sejarah Kota, BW2 rute Monas, dan BW4 rute Pencakar Langit," kata pemandu bus wisata, Dino, saat berbincang dengan detikTravel dalam tur yang dilakukan, Selasa (10/3/2026).

Saat ini, jumlah koridor bus wisata yang masih beroperasi jauh lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Menurut Dino, diawal pengoperasiannya, bus wisata Jakarta memiliki sembilan koridor yang melayani berbagai rute wisata di ibu kota.

Namun seiring waktu, jumlah koridor tersebut mengalami pengurangan. Koridor terakhir yang ditutup adalah BW9 pada 14 Desember lalu, yang melayani rute Kota Tua-PIK. Penutupan tersebut dilakukan karena jumlah pengunjung yang menggunakan rute tersebut dinilai sepi.

Keterbatasan jumlah armada ini tidak lepas dari dampak pandemi COVID-19 yang sempat melanda beberapa tahun lalu. Pada masa pandemi, banyak bus wisata yang tidak dioperasikan dan harus menjalani masa karantina.

Setelah lebih dari dua tahun usai pandemi, sejumlah bus kemudian diperiksa kembali untuk memastikan kelayakannya. Hasilnya, beberapa armada dinyatakan tidak lagi layak beroperasi sehingga harus dihentikan penggunaannya.

"Sebelum Covid-19, kita punya sembilan koridor yang menawarkan rute berbeda. Saat pandemi kan kegiatan wisata dibatasi, sehingga bus-bus ini ikut dimuseumkan. Dua tahun pasca Covid-19, bus-bus yang sudah lama tersimpan itu dinilai sudah tidak layak pakai sehingga rute bus wisata harus dipangkas," kata Dino.

"Koridor terakhir yang berhenti beroperasi adalah BW9 rute Kota Tua-PIK tanggal 14 Desember 2025 lalu. Selain karena rutenya jauh, pengunjungnya juga sepi. Jadi sekarang pengunjung bisa naik bus regular Koridor 1A dan T31 untuk menuju PIK," tambahnya.

Kini hanya tersisa tiga koridor yang masih melayani masyarakat. Selain jumlah rute yang berkurang, jumlah armada bus wisata yang beroperasi juga tidak sebanyak dulu.

Saat ini, total bus wisata yang masih aktif hanya lima unit. Pada koridor BW1 terdapat dua bus yang melayani penumpang. Koridor BW4 juga memiliki dua unit bus. Sementara itu, koridor BW2 hanya dilayani oleh satu bus saja.

"Kalau untuk hari biasa seperti ini hanya tersisa dua unit per koridor, BW1 ada dua bus, BW4 dua bus, dan BW2 satu bus saja," kata Dino.

Meski begitu, minat masyarakat untuk menikmati wisata gratis dengan bus ini tetap tinggi. Pengunjung biasanya paling ramai pada akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu. Selain itu, jumlah penumpang juga meningkat tajam saat periode libur panjang.

Salah satu periode yang paling ramai adalah libur Lebaran. Karena jumlah armada yang terbatas, pihak pengelola terkadang mempertimbangkan penambahan bus saat terjadi lonjakan penumpang.

"Biasanya ramai saat libur panjang, apalagi untuk lebaran nanti. Kalau periode tertentu seperti libur panjang dan lebaran, akan ada penambahan jumlah unit bus, bisa sampai empat unit, karena kebutuhan konsumen juga meningkat," jelasnya..

Keberadaan bus wisata ini juga menjadi salah satu cara bagi pemerintah untuk memperkenalkan berbagai destinasi di Jakarta kepada masyarakat. Dengan rute yang melintasi kawasan sejarah, pusat kota, hingga area bisnis modern, penumpang dapat merasakan beragam wajah ibu kota dalam satu perjalanan.

Meski jumlah koridor dan armada tidak sebanyak dulu, bus wisata Jakarta tetap menjadi pilihan menarik bagi warga maupun wisatawan. Selama masih beroperasi setiap hari dan tetap gratis, bus ini akan terus menjadi salah satu cara sederhana namun menyenangkan untuk menjelajahi Jakarta.

Halaman 2 dari 4


Simak Video "Video: Pramono Targetkan Stasiun JIS Rampung pada Bulan Mei"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads