Seorang turis jatuh ke jurang saat berjalan di Jalur Inca menuju Machu Picchu. Ia ditemukan tewas.
Anggota Unit Penyelamatan Gunung di kota Cusco menemukan jenazah Matthew Cameron Paton, 52 tahun, pada hari Kamis, sekitar 300 meter di bawah lereng curam dekat bagian "50 Gradas" dari jalur tersebut. Pria tersebut berasal dari Australia, seperti dikutip dari BBC pada Jumat (22/6/2026).
Paton tiba di Cusco sekitar 12 hari yang lalu bersama istrinya, ia dilaporkan hilang setelah jatuh melalui pagar yang rusak saat mendaki jalur pegunungan Peru yang terkenal itu bersama sekelompok turis dan seorang pemandu, kata polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak berwenang akan menyelidiki penyebab jatuhnya dan jenazah Paton diperkirakan akan dipindahkan ke kota terdekat.
Kepala Kepolisian Wilayah Cusco, Jenderal Virgilio Velasquez, mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan diluncurkan pada hari Rabu setelah ia menerima laporan tentang pria yang hilang tersebut.
"Kami memiliki informasi yang menunjukkan bahwa dia tampaknya tersandung saat menyeberangi jembatan kayu dan kemungkinan besar dia mencoba berpegangan pada pagar kayu," kata Velasquez, menurut media berita Peru, Andina.
"Namun pagar itu roboh dan dia tergelincir ke jurang bersama pagar tersebut. Sayangnya, dia jatuh ke jurang," tambah Velasquez.
Kepolisian Victoria mengkonfirmasi bahwa Paton adalah bagian dari kepolisian sejak tahun 2009 dan akan memulai peran barunya sebagai sersan senior bulan depan.
Keluarga mengalami dukacita mendalam saat mendengar kabar tewasnya Paton. Yang mereka tahu, Peru adalah destinasi impian Paton.
Jalur Inca (Inca Trail) adalah jalur pendakian bersejarah legendaris di Peru yang menyusuri pegunungan Andes dan hutan awan. Jalur ini membentang sepanjang 26 hingga 43 km, melewati reruntuhan kuno, dan berpuncak di Sun Gate (Inti Punku) yang menyajikan panorama ikonik Machu Picchu.
Pendakian Jalur Inca mewajibkan penggunaan operator tur dan pemandu lokal berlisensi demi keselamatan serta pelestarian situs. Karena kuota harian sangat dibatasi, turis harus memesan tiket beberapa bulan sebelum keberangkatan melalui platform tepercaya seperti GetYourGuide atau Klook.
Selain kuota, tantangan utama jalur ini adalah ketinggian ekstrem yang dapat memicu altitude sickness. Oleh karena itu, turis sangat disarankan untuk melakukan aklimatisasi di kota Cusco selama minimal dua hari sebelum mulai berjalan kaki.
(bnl/wsw)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong