Bandara Jember Boleh Seperti Balai Desa, Tapi Punya Cigar Lounge

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bandara Jember Boleh Seperti Balai Desa, Tapi Punya Cigar Lounge

Dadan Kuswaraharja - detikTravel
Jumat, 05 Jun 2026 22:04 WIB
Bupati Jember Muhammad Fawait telah melakukan pengecekan kesiapan Bandara Notohadinegoro rute Jember-Jakarta.
Bupati Jember Muhammad Fawait telah melakukan pengecekan kesiapan Bandara Notohadinegoro. Foto: Pemkab Jember
Jakarta -

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan bahwa keberadaan Bandara Jember tidak bisa hanya dinilai dari ukuran atau kemegahan bangunannya.

Menurutnya, fungsi utama bandara adalah membuka konektivitas dan mempercepat mobilitas masyarakat, bukan sekadar menghadirkan gedung megah tanpa aktivitas penerbangan.

"Bandara Jember mungkin seperti Balai Desa tetapi di dalamnya ada, apa namanya, ada Cigar Lounge dan penerbangannya. Insyaallah semakin lama akan semakin banyak, saya pikir itu," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baru-baru ini Jember membuka rute baru ke Surabaya dengan menggunakan pesawat maskapai Wings Air. Menurutnya, pembukaan rute Jember-Surabaya menjadi langkah strategis setelah sebelumnya Jember berhasil terhubung dengan Jakarta dan Bali. Kehadiran rute baru ini dinilai semakin memperkuat posisi Jember dalam jaringan ekonomi regional maupun nasional.

ADVERTISEMENT

"Setelah kita berhasil menghubungkan Jember dengan Jakarta dan Bali, maka salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang lain yaitu Surabaya. Ini momentum yang sangat luar biasa," ujarnya.

Gus Fawait menilai ukuran keberhasilan sebuah bandara bukan pada luas terminal atau megahnya bangunan, melainkan pada jumlah penerbangan yang tersedia dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

"Mudah-mudahan ke depan bukan cuma penerbangannya saja, mudah-mudahan bandaranya juga bisa lebih baik lagi. Tapi fungsi yang paling utama itu sebetulnya adalah penerbangan. Bandara besar terus tidak ada pesawat yang terbang juga sayang, sambil nunggu (pesawat) ada ruangan untuk cigar," katanya.

Ia menegaskan bahwa penerbangan baru tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jember, DPR, dan Lion Group yang memiliki komitmen sama untuk mendorong kemajuan daerah.

Lebih jauh, Gus Fawait melihat keberadaan bandara sebagai instrumen penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan waktu tempuh yang semakin singkat menuju kota-kota besar, peluang investasi, perdagangan, pariwisata, hingga perjalanan bisnis masyarakat akan semakin terbuka.

Selain sebagai pintu transportasi udara, Bandara Jember juga diharapkan menjadi etalase produk unggulan daerah. Salah satunya adalah cerutu Jember yang selama ini telah dikenal di pasar ekspor.

"Nanti yang turun ke Jember atau berangkat dari Bandara Jember akan selalu diingatkan bahwa Jember adalah penghasil tembakau, termasuk penghasil produk kualitas ekspor yaitu sigar atau cerutu," ujarnya seperti dilihat dari akun Instagramnya.




(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads