Cuaca Jepang Panas Ekstrem, Kebun Binatang sampai Pasang AC buat Monyet Punch

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Cuaca Jepang Panas Ekstrem, Kebun Binatang sampai Pasang AC buat Monyet Punch

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Sabtu, 06 Jun 2026 08:08 WIB
Punch, a Japanese macaque known for clinging to a stuffed orangutan, sits on a rock at Ichikawa City Zoo in Ichikawa, Chiba Prefecture, Japan, March 26, 2026. REUTERS/Manami Yamadaa
Bayi monyet viral, Punch. (REUTERS/Manami Yamada)
Ichikawa -

Bayi monyet makaka di Jepang yang viral seantero dunia, Punch, akan mendapatkan fasilitas air conditioner (AC) di kebun binatang tempat ia tinggal saat cuaca panas ekstrem.

Pemberian pendingin ruangan tersebut dilakukan di tengah musim panas Jepang yang semakin ekstrem dan berdampak pada satwa di penangkaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir The Independent, Sabtu (6/6/2026) Pemerintah Kota Ichikawa mengalokasikan anggaran sebesar 70 juta yen atau sekitar Rp 7,88 miliar untuk meningkatkan fasilitas bagi Punch dan kelompok monyet Jepang lainnya di Kebun Binatang dan Kebun Raya Kota Ichikawa.

ADVERTISEMENT

Perbaikan akan dilakukan di area Monkey Mountain, termasuk pemasangan peneduh, perluasan area tanah dan tempat beristirahat, serta pemasangan AC yang ditargetkan beroperasi pada musim panas tahun ini.

Sebagian pendanaan berasal dari donasi publik yang hingga akhir Mei telah terkumpul 43 juta yen (Rp 4,84 miliar).

Punch lahir pada 26 Juli 2025 saat Jepang dilanda gelombang panas. Sehari setelah dilahirkan, ia ditinggalkan induknya yang baru pertama kali melahirkan setelah menjalani persalinan yang panjang dan berat di tengah cuaca panas.

Dua penjaga kebun binatang kemudian merawat Punch dengan memberikan susu botol sepanjang hari.

Data menunjukkan musim panas di Jepang terus menghangat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, Badan Meteorologi Jepang mencatat suhu tertinggi untuk April dan Juli sejak pencatatan dimulai pada 1898. Para peneliti memperkirakan frekuensi dan intensitas gelombang panas di negara itu akan terus meningkat.




(upd/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads